LELANG SUN RABU (21/11/2018): Permintaan Investor Capai Rp41,6 Triliun

Minat investor untuk mengikuti lelang Surat Utang Negara pada Rabu (21/11/2018) masih tergolong tinggi, mencapai Rp41,6 triliun, meskipun turun dibandingkan lelang SUN 2 pekan sebelumnya yang menembus Rp59,48 triliun.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 November 2018  |  20:48 WIB
LELANG SUN RABU (21/11/2018): Permintaan Investor Capai Rp41,6 Triliun
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA—Minat investor untuk mengikuti lelang Surat Utang Negara pada Rabu (21/11/2018) masih tergolong tinggi, mencapai Rp41,6 triliun, meskipun turun dibandingkan lelang SUN 2 pekan sebelumnya yang menembus Rp59,48 triliun.

Pemerintah menawarkan 6 seri dalam lelang kali ini, yakni SPN03190222 (New Issuance), SPN12190801 (Reopening), FR0077 (Reopening), FR0078 (Reopening), FR0065 (Reopening) dan FR0075 (Reopening).

Berdasarkan pengumuman DJPPR, penawaran investor yang masuk untuk keenam seri tersebut terkonsentrasi pada 2 seri yang akan menjadi seri acuan tahun depan, yakni FR0077 sebesar Rp12,23 triliun dan FR0078 Rp9,82 triliun.

Selanjutnya, 2 seri pasar uang masing-masing SPN03190222 mendulang Rp3,9 triliun dan  SPN12190801 Rp5,98 triliun. Lalu, FR0065 Rp4,83 triiun dan FR0075 Rp4,87 triliun.

Kendati jauh di atas target pemerintah sebesar Rp10 triilun, tetapi pemerintah memutuskan hanya menyerap penawaran yang masuk sebesar Rp15 triliun, atau tidak mencapai target maksimal penyerapan Rp20 triliun.

Sesuai besaran penawaran yang masuk, penyerapan tertinggi oleh pemerintah juga didapati pada seri FR007 dan FR0078 masing-masing Rp5,25 triliun dan Rp4,3 triliun. Selanjutnya, seri SPN03190222 dan SPN12190801 masing-masing Rp1 triliun dan Rp950 miliar, sedangkan FR0065 dan FR0075 masing-masing Rp1,4 triliun dan Rp1,05 triliun.

Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pemerintah untuk keenam seri tersebut yakni SPN03190222 (5,79600%), SPN12190801 (6,00263%), FR0077 (7,94539%), FR0078 (7,99929%), FR0065 (8,30969%) dan FR0075 (8,43732%).

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa nilai pemesanan sebesar Rp41,6 triliun masih tergolong tinggi, sehingga masih dapat dikatakan investor cukup percaya diri terhadap pasar surat utang Indonesia.

“Tinggal nanti kalau rupiah menguat, potensi penguatan yield kita juga akan semakin besar. Dengan rupiah yang sekarang saja di kisaran 14.500 – 14.600 kita sudah mulai stabil,” katanya, Rabu (21/11/2018).

Dia menilai, pada Desember mendatang pasar obligasi  berpeluang menguat seiring dengan meningkatnya kebutuhan investor untuk menata portofolio serta nilai tukar rupiah yang cenderung stabil.

Anil Kumar, Investment & Portofolio Manager Ashmore Asset Management Indonesia, mengatakan bahwa kemungkinan ini akan menjadi lelang terakhir bagi SUN tahun ini.

Menurutnya, terbatasnya emisi SUN tenor panjang akan menyebabkan peluang bagi investor untuk berinvestasi di instrumen SUN tenor panjang. Pasalnya, permintaan atas instrumen ini dari institusi seperti asuransi dan dana pensiun tetap tinggi, sedangkan pasokan terbatas.

“Kita harapkan akan ada tightening yield curve, tenor yang panjang turun tetapi yang pendek belum karena yang pendek menunggu kejelasan kondisi global dan harga minyak,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top