Kurs Jisdor 19 November: Menguat Tipis ke Rp14.586, Apresiasi Rupiah Menipis di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.586 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,05% dari posisi Rp14.594. pada Jumat (15/11).
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 November 2018 11:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.586 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (19/11/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.586 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,05% dari posisi Rp14.594. pada Jumat (15/11).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.616 per dolar AS pada pukul 10.49 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan penguatan sebesar 67 poin atau 0,46% di level Rp14.545 per dolar AS, setelah pada perdagangan Jumat (16/11), nilai tukar rupiah berakhir menguat 0,36% atau 53 poin di level Rp14.612 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.545-Rp14.616 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau naik 0,01% atau 0,01 poin ke level 96,475 pada pukul 10.45 WIB.

Indeks dolar sebelumnya melanjukan pelemahannya saat dibuka terdepresiasi 0,039 poin atau 0,04% di level 96,426, setelah pada perdagangan Jumat (11611) berakhir melemah 0,48% atau 0,462 poin di posisi 96,465.

Dilansir dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan indeks dollar melemah terhadap mata uang kuat utama dunia lainya terutama euro setelah Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dikabarkan akan berunding dengan komisi Uni Eropa untuk merundingkan deifist anggaran Italia yang sebelumnya ditolak oleh komisi Uni Eropa.

Pelemahan dollar juga didorong oleh pernyataan Wakil Presiden AS Mike Pance yang menyerukan agar negara-negara Asia menolak pinjaman yang diberikan China dalam program China belt and road.

Pernyataan Pance di APEC tersebut memperuncing tensi hubungan antara AS-China jelang KTT G-20 minggu depan.

“Pelemahan dolar tersebut kemungkinan akan memperkuat rupiah hari ini. Rupiah diperkirakan bergerak menguat ke level Rp14.500-Rp14.600 per dolar AS,” ungkap Ahmad dalam risetnya, Senin (19/11/2018).

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

19 November

14.584

16 November

14.594

15 November

14.764

14 November

14.755

13 November

14.895

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top