TPIA Racik Obligasi Rp500 Miliar

Emiten produsen petrokimia terintegrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. akan menerbitkan surat utang atau obligasi melalui skema Obligasi Berkelanjutan Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2018 dengan nilai penerbitan pokok sebesar Rp500 miliar.
Dara Aziliya | 16 November 2018 12:37 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan dan perekaman data di pabrik butadiene di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), di Cilegon, Banten, Kamis (19/7). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen petrokimia terintegrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. akan menerbitkan surat utang atau obligasi melalui skema Obligasi Berkelanjutan Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2018 dengan nilai penerbitan pokok sebesar Rp500 miliar.

Emiten dengan sandi TPIA itu menunjuk BCA Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sebagai Wali Amanat.

Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan pada harian Bisnis Indonesia, perseroan menyampaikan akan menerbitkan obligasi yang terdiri dari Seri A dan Seri B. Perseroan memegang peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut.

Obligasi Seri A memiliki periode 3 tahun setelah emisi hingga jatuh tempo yaitu 19 Desember 2021, sedangkan obligasi Seri B akan jatuh tempo 5 tahun setelah tanggal emisi yaitu 19 Desember 2023. Perseroan belum mempublikasikan kupon untuk kedua seri tersebut.

“Bunga obligasi akan dibayar setiap triwulanan atau tiga  bulan, di mana bunga pertama akan dibayarkan pada 19 Maret 2019, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus tanggal jatuh tempo dari obligasi adalah tanggal 19 Desember 2021 untuk Seri A dan 19 Desember 2023 untuk Seri B,” ungkap prospektus tersebut seperti dikutip Bisnis, Jumat (16/11/2018).

Untuk penerbitan obligasi tersebut, TPIA menetapkan jaminan seluruh harta kekayaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak. Pemesanan pembelian obligasi dilakukan sekurang-kurangnya Rp5 juta dan kelipatannya.

Adapun sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk melunasi utang.

Perseroan menyebutkan 80% atau sekitar Rp400 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok utang berdasarkan Facility Agreement for US$220.000.000 Single Currency Term Facility tanggal 29 September 2012. Pembayaran utang tersebut diprediksi akan dilaksanakan pada 29 maret 2019.

Sebesar 20% sisanya akan digunakan entitas anak PT Barito Pacific Tbk. tersebut untuk mendanai sebagian belanja modal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan/atau diversifikasi produk yang bertujuan menaikkan skala usaha perseroan.

Belanja modal itu akan digunakan terutama untuk membeli mesin pabrik methyl tert-buthy ether (MTBE) dan Butene-1 dengan estimasi mulai beroperasi pada kuartal III/2020 dan diperkirakan menelan biaya US$130,5 juta.
 

Tag : obligasi korporasi, chandra asri
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top