Perekonomian Stabil, IHSG Lanjutkan Penguatan

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (8/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 08 November 2018 09:51 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (8/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik 0,46% atau 27,30 poin ke level 5.967,18 pada pukul 09.08 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,55% atau 32,44 poin di level 5.972,33.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 5.963,44 – 5.996,84. Adapun pada perdagangan Rabu (7/11), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan kenaikan 0,27% atau 15,96 poin di posisi 5.939,89, reli pada hari ketujuh.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG, pada pukul 09.08 WIB, bergerak di zona hijau dengan support utama sektor finansial (+0,78%),aneka industri (+0,57%), dan tambang (+0,52%). Adapun sektor konsumer turun 0,16%.

Sebanyak 40 saham menguat dan 574 saham stagnan dari 614 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 1,24% dan 0,89% menjadi pendorong utama kenaikan IHSG pada pukul 09.08 WIB.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 lanjut naik 0,47% atau 2,49 poin ke level 535,66 pada pukul 09.09 WIB, setelah berakhir menguat 0,38% atau 2,02 poin di posisi 533,17 pada Rabu (7/11).

Tim riset Oso Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguat dengan pergerakan di level 5.920, - 6.007 pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan kemarin (7/11), IHSG ditutup menguat sebesar 0,27% ke level 5,939.89. IHSG kembali menguat setelah sempat menyentuh level 5,891 dengan indikator Stochastic berada di area overbought, MACD histogram bergerak positif dengan volume meningkat.

Dipaparkan, apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi salah satu penopang penguatan indeks pada perdagangan kemarin. Pada Rabu (7/11), rupiah berakhir menguat tajam ke level Rp 14,590.

Sentimen positif lain di antaranya rilis data cadangan Devisa Oktober 2018 yang mencatat peningkatan sebesar US$400 juta menjadi US$115,2 miliar serta berlanjutnya aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing.

Sementara itu, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG saat ini terlihat sudah mulai menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, potensi kenaikan masih terlihat cukup besar yang ditunjang oleh kondisi perekonomian yang stabil dan hasil dari kinerja emiten pada kuartal ketiga yang sebagian besar menunjukkan kinerja lebih baik.

"Selain itu, pengumuman data CAD [current account deficit] juga akan turut memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG, sehingga hari ini IHSG berpotensi naik dengan pergerakan 5.821-6.088," ujarnya.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia mayoritas juga menguat pagi ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,87%) dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,35%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 1,84% dan 1,85%, indeks Kospi Korea Selatan menanjak 1,36%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,24% dan 0,34% pada pukul 08.54 WIB. 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan (Pkl. 09.08 WIB):

BBCA

+1,24%

BBRI

+0,89%

ASII

+0,91%

BMRI

+0,68%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top