Hasil Stress Test Perbankan Tak Mengejutkan, Bursa Eropa Turun Tipis

Bursa saham Eropa berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan Senin (5/11/2018), terbebani keresahan investor seputar laju kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan perselisihan perdagangan AS-China.
Renat Sofie Andriani | 06 November 2018 06:06 WIB
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan Senin (5/11/2018), terbebani keresahan investor seputar laju kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan perselisihan perdagangan AS-China.

Berdasarkan data Reuters, pergerakan indeks saham Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,1%, dengan mayoritas indeks berada di kisaran level netral.

Para pedagang juga mengambil sikap hati-hati menjelang diselenggarakannya pemilu paruh waktu di AS pada Selasa (6/11) waktu setempat, seperti halnya ketidakpastian mengenai harapan baru dari terobosan dalam negosiasi Brexit.

Sementara itu, hasil dari stress test perbankan di Eropa memberi dampak kecil, dengan sektor ini berakhir turun 0,4%.

“Hasilnya tidak memberikan kejutan dan kami memperkirakan sedikit reaksi dalam pasar,” tulis analis Jefferies dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.

Saham Barclays asal Inggris dan Societe Generale asal Perancis masing-masing berakhir turun 0,5% dan naik 0,3%.

Bagaimanapun, indeks perbankan di Italia turun 1,6% setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat BPER dan Intesa Sanpaolo menjadi "sell". Saham masing-masing perusahaan turun 3,4% dan 1,5%.

Saham dengan persentase penurunan terbesar dalam Stoxx 600 adalah Grenke yang turun 9% setelah perusahaan ini menyatakan mungkin tidak akan mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan dalam bisnis leasing intinya.

Di sisi lain, saham perusahaan minyak dan gas asal Belanda Vopak naik 5%, sedangkan saham Siemens Healthcare naik 2,8% setelah memproyeksikan kinerja keuangan yang lebih tinggi untuk tahun depan.

Tag : saham, bursa eropa
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top