Kurs Tengah Melemah 34 Poin, Otoritas China Berupaya Sejukkan Pasar

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (19/10/2018) di Rp15.221 per dolar AS, melemah 34 poin atau 0,22% dari posisi Rp15.187 pada Kamis (18/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 19 Oktober 2018 12:11 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
  1. Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (19/10/2018) di Rp15.221 per dolar AS, melemah 34 poin atau 0,22% dari posisi Rp15.187 pada Kamis (18/10/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp15.297 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.145 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp152.

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau melemah 23 poin atau 0,15% ke level Rp15.218 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 30 poin atau 0,20% di level Rp15.225 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp15.218-15.225 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda berlanjut setelah berakhir terdepresiasi 45 poin atau 0,30% di posisi Rp15.195 per dolar AS pada perdagangan Kamis (18/10).

Mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif siang ini, dengan won Korea Selatan dan dolar Singapura memimpin penguatan, masing-masing sebesar 0,21%. Di sisi lain, yen Jepang mengalami depresiasi terdalam sebesar 0,18%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama, terpantau naik 0,069 poin atau 0,07% ke level 95,969 pada pukul 11.04 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,044 poin atau 0,05% di level 95,944, setelah pada perdagangan Kamis (18/10) berakhir menguat 0,34% atau 0,325 poin di posisi 95,900, kenaikan pada hari kedua.

Mata uang yuan mampu membalik pelemahannya bersama dengan indeks saham bluechip China siang ini setelah pejabat pemerintah negara tersebut menyampaikan pernyataan yang mendukung pasar ekuitas.  

“Risiko keuangan dapat dikendalikan dan fluktuasi di pasar yang abnormal baru-baru ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi,” ujar Guo Shuqing, Chairman China Banking and Insurance Regulatory Commission, seperti dikutip Bloomberg.

Tetap saja, kekhawatiran mengenai pelemahan yuan berikut aksi penghindaran aset berisiko pada pasar global membebani sebagian mata uang di Asia.

Pertumbuhan ekonomi China dilaporkan melambat lebih dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga, saat data output industri yang lesu dan situasi global yang berat menantang upaya pemerintah untuk menstabilkan ekonomi dan mencapai target pertumbuhannya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

19 Oktober

15.221

18 Oktober

15.187

17 Oktober

15.178

16 Oktober

15.206

15 Oktober

15.246

SumberBank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top