Mayoritas Sektor Positif, IHSG Turun Tipis Pada Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (19/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 19 Oktober 2018 13:09 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (19/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,06% atau 3,63 poin ke level 5.841,61 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan pelemahan 0,60% atau 35,11 poin di level 5.810,13.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.796,78 – 5.851,80. Pada perdagangan Kamis (18/10), IHSG ditutup melemah 0,40% atau 23,38 poin di posisi 5.845,24.

Sektor konsumer (-0,74%) dan infrastruktur (-0,49%) memimpin empat dari sembilan sektor pada IHSG menetap di zona merah.

Adapun lima sektor lainnya menetap di wilayah positif, dipimpin aneka industri yang menguat 2,25% sekaligus membatasi pelemahan IHSG.

Sebanyak 150 saham menguat, 183 saham melemah, dan 277 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas juga memerah siang ini, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (-0,43%), indeks SE Thailand (-0,84%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,07%), dan indeks PSEi Filipina (-0,35%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 0,80% dan 0,78%, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,24%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik 0,33% dan 0,66%.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (18/10) setelah Komisi Eropa mengeluarkan peringatan mengenai anggaran Italia.

Kekhawatiran yang meningkat atas kemungkinan tegangnya hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi turut mengurangi minat investor terhadap aset berisiko di tengah ketegangan perdagangan global dan naiknya suku bunga acuan.

Selain itu, seperti dipaparkan tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, batalnya kedatangan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin ke konferensi investor di Arab Saudi juga memicu kekhawatiran investor global akan masalah yang terjadi di Arab Saudi.

“IHSG hari ini kami perkirakan melemah diwarnai aksi profit taking, menyusul melemahnya bursa global. Investor saat ini menantikan hasil rapat Dewan Gubernur BI yang akan digelar Selasa besok [23/10),” jelasnya, seperti dikutip dari risetnya.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 23 poin atau 0,15% ke level Rp15.218 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka terdepresiasi 30 poin atau 0,20% di level Rp15.225 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp15.218-15.225 per dolar AS.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top