Badai Michael Ancam Permintaan, Harga Minyak Anjlok

Harga minyak mentah anjlok ketika efek Badai Michael mengancam akan memangkas permintaan bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) Tenggara.
Renat Sofie Andriani | 11 Oktober 2018 07:02 WIB
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah anjlok ketika efek Badai Michael mengancam akan memangkas permintaan bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) Tenggara.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November diperdagangkan di level US$72,63 per barel pada pukul 4.59 sore waktu setempat, setelah berakhir anjlok 2,4% di level US$73,17 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (10/10), level penutupan terendah sejak 27 September.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember anjlok US$1,91 dan berakhir di level US$83,09 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,06 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Meskipun Michael adalah badai terkuat untuk membuat yang menghantam daratan AS dalam seperempat abad, lintasannya menghindarkan sebagian besar platform minyak offshore. Permintaan bahan bakar di bagian tenggara mungkin turun 1 juta barel per hari, menurut Mizuho Securities.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 9,75 juta barel pekan lalu. Itu akan menjadi kenaikam terbesar sejak Februari 2017, jika data Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikan hal itu.

“Faktor terbesar saat ini adalah dampak Badai Michael terhadap permintaan,” kata Michael Hiley, kepala perdagangan energi di LPS Partners, seperti dilansir Bloomberg.

Badai Michael membatasi produksi minyak offshore di Teluk sebesar 40%. Namun demikian, karena pangsa regional dari keseluruhan output Amerika menyusut menjadi sekitar 17% dari 32% persen pada tahun 2009, gangguan pasokan yang didorong cuaca kurang mengganggu pasar.

Permintaan bensin dan solar biasanya menurun akibat badai karena jalan-jalan tidak bisa dilewati dan stasiun pengisian tanpa listrik.

API juga dikabarkan melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma sebesar 2,25 juta barel pekan lalu. Adapun stok bensin naik dan minyak distilasi turun.

Survei Bloomberg menjelang rilis data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah kemungkinan meningkat 2,8 juta barel. Persediaan di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, mungkin naik 800.000 barel pekan lalu, menurut perkiraan yang dihimpun oleh Bloomberg.

“Kita berada di saat ketika persediaan cenderung naik di tengah periode pemeliharaan kilang,” kata Bill O’Grady, kepala strategi pasar di Confluence Investment Management LLC.

Tag : Harga Minyak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top