IHSG Lanjutkan Tren Kenaikan di Hari Ketiga

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (10/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 10 Oktober 2018 17:51 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (10/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,41% atau 23,88 poin di level 5.820,67, setelah berakhir menguat 0,62% atau 35,72 poin di posisi 5.796,79 pada perdagangan Selasa (9/10)

Indeks mulai melanjutkan penguatannya setelah dibuka naik 0,32% atau 18,50 poin di level 5.815,29 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.798,74-5.832,93.

Sektor konsumer (+1,19%) dan tambang (+0,95%) memimpin penguatan di antara tujuh sektor menopang penguatan IHSG di akhir perdagangan. Adapun sektor aneka industri dan industri dasar masing-masing turun 0,67% dan 0,28%.

Dari 607 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 218 saham menguat, 172 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang naik 1,30% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG, diikuti saham BMRI (+1,97%), UNVR (+1,13%), dan PGAS (+6,13%).

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengatakan, harapan terhadap kembalinya arus capital inflow masih berlanjut sehingga dapat terus mendongkrak kenaikan IHSG dalam jangka menengah panjang.

Di sisi lain, fundamental perekonomian dalam negeri yang masih cukup baik juga turut menopang serta masih memberikan daya tarik bagi investor asing untuk terus berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 memperpanjang penguatannya pada hari ketiga dan ditutup naik 0,13% atau 0,63 poin di level 506,11.

Turut menopang indeks, nilai tukar rupiah berhasil rebound dan berakhir menguat 38 poin atau 0,25% di level Rp15.200 per dolar AS, setelah dibuka terapresiasi 25 poin atau 0,16% di level Rp15.213.

Rebound mata uang Garuda hari ini sekaligus mematahkan rentetan pelemahan yang dialami tujuh hari berturut-turut sebelumnya. Adapun pada perdagangan Selasa (9/10), rupiah berakhir melemah 20 poin atau 0,13% di posisi 15.238.

Di wilayah Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir naik 0,16%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China berakhir variatif, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup naik 0,08%.

Secara keseluruhan, bursa saham global beringsut naik dari level terlemahnya dalam delapan pekan. MSCI world equity index naik 0,14% setekah empat hari tertekan di zona merah. Hal ini diikuti pula oleh indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, yang naik sekitar 0,2%-0,3%.

Dilansir Reuters, sebagian kenaikan ditopang meredanya tekanan kenaikan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang berada di bawah level tertingginya dalam 7,5 tahun.

“Kita berada di semacam momen kritis, persimpangan jalan, untuk pasar obligasi dan ekuitas,” ujar Marie Owens Thomsen, kepala riset ekonomi global di Indosuez Wealth Management.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,30

BMRI

+1,97

UNVR

+1,13

PGAS

+6,13

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-1,58

ASII

-1,07

ICBP

-2,82

INKP

-1,65

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top