Yen Tergelincir, Bursa Saham Jepang Rebound

Bursa saham Jepang berhasil rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (10/10/2018), seiring dengan tergelincirnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 10 Oktober 2018 16:27 WIB
Bursa Topix Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berhasil rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (10/10/2018), seiring dengan tergelincirnya nilai tukar yen terhadap dolar AS. 

Indeks Topix berakhir naik 2,74 poin atau 0,16% di level 1.763,86, setelah mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,38% atau 6,77 poin di posisi 1.767,89.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.097 saham pada indeks Topix, 1.130 saham di antaranya menguat, 890 saham melemah, dan 77 saham stagnan.

Saham Don Quijote Holdings Co. Ltd. dan Central Japan Railway Co. yang masing-masing naik 9,40% dan 1,33% menjadi pendorong utama atas pergerakan Topix pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,16% atau 36,65 poin di level 23.506,04, setelah rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,30% atau 69,53 poin di posisi 23.538,92.

Sebanyak 132 saham menguat, 89 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. LTd. (+2,34%), FamilyMart UNY Holdings Co. Ltd. (+5,04%), dan Terumo Corp. (+1,59%) menopang pergerakan indeks Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau terdepresiasi 0,12 poin atau 0,11% ke level 113,08 yen per dolar AS pada pukul 14.30 WIB, setelah berakhir menguat 0,27 poin atau 0,24% di posisi 112,96 pada perdagangan Selasa (9/10).

Yen tergelincir dari penguatannya terhadap dolar AS yang mampu dibukukan empat hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Baik rebound Topix dan Nikkei 225 hari ini sekaligus mematahkan rentetan koreksi yang dialami empat hari beruntun sebelumnya. Meski demikian, kenaikan yang dibukukan hari ini tampak terbatas.

 “Sentimen pasar masih belum stabil setelah imbal hasil obligasi AS melonjak baru-baru ini. Kita mengalami penurunan pasar saham pada Februari akibat dari lonjakan imbal hasil,” ujar Hajime Sakai, chief fund manager di Mito Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

Tag : yen, bursa jepang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top