Pengelola Restoran The Duck King (DUCK) Resmi Jadi Penghuni Baru Lantai Bursa

Saham PT Jaya Bersama lndo Tbk. pengelola jaringan restoran chinese food terbesar di lndonesia dengan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Tegar Arief | 10 Oktober 2018 09:36 WIB
Chief Operating Officer The Duck King Group Ibin Bachtiar (kanan) bersama Chief Financial Officer Dewi Tio memperlihatkan sajian utama kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Jaya Bersama lndo Tbk. pengelola jaringan restoran chinese food terbesar di lndonesia dengan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Emiten bersandi DUCK itu menawarkan sebesar 513,33 juta lembar saham dengan harga Rp505 per saham melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana atau initial Public Offering (IPO) saham.
Nilai tersebut setara dengan 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
IPO tersebut mendapatkan respons yang positif dari investor, yang tercermin dari oversubscribe pooling yang mencapai lebih dari 80 kali. 
DUCK menjadi emiten ke-43 yang tercatat di BEI tahun 2018 atau emiten ke 606. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 
Direktur DUCK Dewi Tio mengatakan pihaknya mengadakan program Employee Stock W (ESA) dengan mengalokasikan 0,006% dari jumlah penerbitan saham atau sebanyak 30.000 saham.
"Selain itu, Perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah modal W dan disetor penuh setelah IPO atau sebanyak-banyaknya 128.333.000 saham," jelasnya, Rabu (10/10/2018).
Sesuai dengan prospektus, perseroan akan mengalokasikan sebesar 80% dana hasi IPO untuk ekspansi bisnis, membuka gerai baru dan merenovasi gerai yang ada. Sisanya sebesar 20% untuk modal kerja. 
Adapun gerai baru akan dibuka pada sejumlah kota besar di Indonesia antara lain di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Selain itu, perseroan juga akan berekspansi ke luar negeri dengan menyasar pasar di Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. 
Pada tahun 2003, perseroan membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta. Perseroan fokus pada masakan tradisional Tiongkok, tanpa daging dan lemak babi. Adapun hidangan utamanya adalah bebek Peking panggang. 
Perusahaan memiiiki tiga merek utama, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia. 
Tag : bei, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top