Bisnis BBM Bikin Panas Saham AKR Corporindo (AKRA)

Menguatnya bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) pada kuartal III/2018 berpotensi berimbas positif terhadap harga sahamnya.
Hafiyyan | 08 Oktober 2018 21:07 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Menguatnya bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) pada kuartal III/2018 berpotensi berimbas positif terhadap harga sahamnya.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Firman Hidayat menyampaikan, pada kuartal III/2018 AKRA diperkirakan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp6,19 triliun, naik 15% dari kuartal sebelumnya dan 47% secara year-on-year (yoy).

Sebelumnya, pada kuartal I/2018 dan kuartal II/2018, perusahaan membukukan pendapatan masing-masing Rp5,83 triliun dan Rp5,38 triliun. "Pertumbuhan pendapatan AKRA ditopang tiga faktor dari bisnis BBM," paparnya dalam riset, dikutip Minggu (7/10/2018).

Pertama, penjualan volume BBM  pada kuartal III/2018 naik 13% yoy karena peningkatan permintaan perusahaan pertambangan dan pelayaran batu bara. Kedua, lonjakan rerata harga jual (average selling price/ASP) bensin sebesar 44% yoy menjadi Rp8.800 per liter seiring dengan memanasnya harga minyak global.

Faktor ketiga, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM AKRA sebesar Rp400-Rp600 per liter. Bisnis BBM memang menjadi motor utama pemasukan perusahaan dengan kontribusi hampir 73% dari total pendapatan perusahaan pada semester I/2018.

Firman menyebutkan, laba bersih AKRA pada kuartal III/2018 juga dapat melonjak 446% dari triwulan sebelumnya menjadi Rp905 miliar karena pembayaran divestasi aset sebesar Rp787 miliar pada akhir Agustus 2018. 

NH Korindo pun menaikkan estimasi pendapatan AKRA pada 2018 menjadi Rp23,49 triliun dari proyeksi sebelumnya Rp20,18 triliun. Perkiraan laba bersih juga dinaikkan menuju Rp2,33 triliun dari sebelumnya Rp1,52 triliun.

Firman merekomendasikan beli terhadap saham AKRA dengan target harga Rp4.650. Nilai itu di bawah rerata target konsensus Bloomberg di level Rp5.403.

Selain NH Korindo, ada 7 sekuritas lainnya yang merekomendasikan beli terhadap saham AKRA. Adapun, 2 sekuritas menyarankan hold, dan 1 analis merekomendasikan jual.

Pada penutupan perdagangan Jumat (5/10/2018), saham AKRA melemah 90 poin atau 2,31% menjadi Rp3.800. Angka itu mencerminkan Price to Earning Ratio (PER) 6,81 kali, dengan kapitalisasi pasar Rp15,26 triliun.

Harga sahamnya cenderung menurun dengan pelemahan 40,16% sepanjang tahun berjalan. Namun, dalam sebulan terakhir harga menguat 15,15%.

Dalam riset terpisah, Analis Samuel Sekuritas Arandi Ariantara dan Sharlita Malik merekomendasikan beli terhadap saham AKRA dengan target Rp6.000 yang menggambarkan PER 7,9 kali pada 2018. "Salah satu faktor pendorong kinerja ialah memanasnya harga minyak global," paparnya.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga minyak WTI berada di posisi US$74,34 per barel. Harga menguat 23,04% sepanjang 2018 dari akhir tahun lalu di level US$60,42 per barel.

Tag : kinerja emiten, akr corporindo
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top