Ini Alasan Matahari Department Store (LPPF) Gelar Buyback

PT Matahari Department Store Tbk. melakukan pembelian kembali saham untuk meningkatkan kepercayaan investor pasar modal.
Novita Sari Simamora | 08 Oktober 2018 19:37 WIB
Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo menjelaskan kepada wartawan bahwa rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui buyback saham, dengan jumlah sebanyak-banyaknya 204,25 juta atau Rp1,25 triliun, Senin (8/10/2018). Bisnis - Novita Sari Simamora
BIsnis.com, JAKARTA -- PT Matahari Department Store Tbk. melakukan pembelian kembali saham untuk meningkatkan kepercayaan investor pasar modal.
Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengungkapkan, kinerja harga saham perseroan sudah undervalue dan banyak investor yang mempertanyakan pergerakan harga saham.
Pada hari pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPSLB) Matahari Department Store (LPPF), pelaku pasar merespons positif. Hal itu terlihat dari pergerakan saham LPPF yang berhasil naik 225 poin atau 3,47% menuju level Rp6.700 per saham.
"Saham LPPF sudah undervalue, investor banyak yang nanya. Buyback ini untuk meningkatkan kepercayaan investor pasar modal," ungkapnya di Jakarta, Senin (8/10/2018).
Pada Juli 2016, saham LPPF sempat bertengger di level Rp21.500 per saham. Lalu pada akhir 2016, saham LPPF anjlok, menuju level Rp15.125 per saham.
Penurunan saham LPPF pun berlanjut. Pada akhir 2017, saham LPPF menjadi Rp10.000 per saham. Sepanjang 2018, saham LPPF turun 33,17%. Sementara itu, dalam tiga tahun terakhir, harga saham LPPF telah turun 61,27%.
Untuk membeli kembali saham, LPPF mengalokasikan dana dari internal sebanyak-banyaknya Rp1,25 triliun. Adapun, kas yang dimiliki LPPF per Juni 2018 senilai Rp2,4 triliun. Miranti mengungkapkan, alokasi dana buyback tidak serta merta dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap.
Bila LPPF melakukan pembelian kembali saham dengan asumsi jumlah pembelian kembali saham dilakukan dalam jumlah maksimum yakni 204,25 juta saham, maka laba per saham akan menjadi Rp703, dari posisi Rp654 per saham pada Desember 2017.
Peritel miliki Grup Lippo ini membatasi harga maksimal pembelian kembali saham senilai Rp13.330 per saham. 
Pada kuartal I/2018 dan kuartal II/2018, pendapatan LPPF masing-masing senilai Rp1,96 triliun dan Rp3,95 triliun. Bila dikalkulasi, pendapatan LPPF semester I/2018 senilai Rp5,91 triliun, tumbuh 3,1% year on year.
Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari Department Store Richard Gibson mengatakan dalam keterangan resmi, pembelian kembali saham merupakan bentuk usaha untuk meningkatkan nilai kepada pemegang saham dan kinerja saham,  sekaligus memberikan fleksibilitas kepada perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.
Tag : matahari department store, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top