IPCC Perluas Operasi di Tanjung Priok

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. menandatangani nota kesepahaman dengan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk mengoperasikan sejumlah dermaga dan petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Dara Aziliya | 05 Oktober 2018 16:00 WIB
Petugas memasukkan mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor ke dalam kapal di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/3/2017). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. menandatangani nota kesepahaman dengan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk mengoperasikan sejumlah dermaga dan petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, Jumat (5/10/2018), emiten dengan sandi IPCC tersebut dan IPC TPK telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengoperasian Bersama Dermaga dan Lapangan 106, 107, dan 108 di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini.

Pengoperasian bersama di dermaga dan lapangan 106, 107 dan 108 ini merupakan bagian dari program Zoning System dan spesialisasi terminal operator di lingkungan kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), di mana IPCC merupakan spesialis operator untuk kegiatan penanganan bongkar muat kendaraan, alat berat dan suku cadang.

IPCC adalah salah satu anak usaha Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Dengan MoU tersebut, maka IPCC akan mengoperasikan dermaga dan lapangan untuk kegiatan bongkar muat kapal Ro-Ro Murni (Pure Car Carrier), Ro-Ro Penumpang/Ro-Ro Penyebrangan, Ro-Ro Campuran/Combo, dan kargo kendaraan yang dilayani dengan kapal kapal LCT/Tongkang, yang mempunyai karakteristik kapal  sesuai dengan spesifikasi di tiga dermaga tersebut.

Direktur Utama IPCC Chiefy Adi K. menyampaikan dampak langsung dari kesepakatan tersebut yaitu bertambahnya throughput IPCC yang dapat mencapai 175.000 unit sehingga secara total IPCC menangani hampir 600.000 unit.

“Sehingga langkah ini strategis untuk meningkatkan posisi IPCC dalam upaya menjadi kendaraan terminal 5 besar dunia,” ungkapnya.

Selain itu, Chiefy menerangkan IPCC dan IPC TPK akan bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pengapalan dengan melayani kapal kapal Ro-Ro Container yang telah berjalan di negara-negara Uni Eropa (UE) sehingga pengguna jasa semakin banyak pilihan.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top