Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Perkuat Pasar Dalam dan Luar Negeri

Emiten operator terminal kendaraan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. berambisi memperkuat pasar perseroan baik di dalam maupun luar negeri. Pada semester II/2018, perseroan akan menuntaskan sejumlah kesepakatan (MoU) pengelolaan sejumlah terminal bongkar muat.
Dara Aziliya | 27 September 2018 16:33 WIB
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten operator terminal kendaraan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. berambisi memperkuat pasar perseroan baik di dalam maupun luar negeri. Pada semester II/2018, perseroan akan menuntaskan sejumlah kesepakatan (MoU) pengelolaan sejumlah terminal bongkar muat.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, emiten dengan sandi IPCC tersebut berencana memperluas konsesi operasional dari saat ini seluas 31 hektare menjadi 89,5 hektare dalam 5 tahun mendatang. Perluasan area tersebut dilakukan secara bertahap.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, perseroan membidik beberapa peluang ekspor dan transshipment kendaraan di beberapa kota dalam negeri dan negara-negara tetangga.

Chiefy menyampaikan belum lama ini Toyota menutup pabriknya di Australia karena biaya tenaga kerja yang sangat tinggi. Dengan demikian, kebutuhan Negeri Kanguru akan dipenuhi dari opsi lain seperti Thailand dan Indonesia.

“Toyota Indonesia sedang melakukan penjajakan [untuk ekspor ke Australia]. Memasok dari Indonesia akan lebih kompetitif dari sisi logistiknya sehingga peluangnya lebih besar, dan kapasitas pabrik Toyota tersedia. Kalau Toyota jadi mengekspor ke Australia, akan ada tambahan market bagi IKT,” ungkap Chiefy di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Pasar internasional lain yang disasar perseroan adalah bisnis transshipment dari PSA Singapore. Dengan memanfaatkan kedekatan geografis, Indonesia Kendaraan Terminal optimistis dapat menangkap peluang dari 1 juta volume transshipment kendaraan di Singapura.

Mulai semester II/2018, perseroan jug akan mulai mendapat limpahan dari PT Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari perapihan zonasi yang dilakukan entitas induk yaitu Pelindo II. Secara bertahap, IPCC akan mencapat tambahan sekitar 175.000 unit kendaraan.

Guna memperluas pasar di dalam negeri, perseroan juga menargetkan dapat merealisasikan rencana kerja sama pengelolaan dengan perusahaan yang memiliki terminal kendaraan di beberapa kota yaitu Makassar, Balikpapan, Lampung, Pontianak, Palembang, dan Bangka.

Dari beberapa kota tersebut, Chiefy menyampaikan ada yang telah mulai dioperasikan, adapula yang masih dalam tahap persiapan MoU. Perseroan mengakselerasi seluruh proses yang berkaitan sehingga realisasi kerja samanya dapat dilangsungkan pada tahun ini.

“Yang di Lampung akan mulai beroperasi pada 1 Oktober, dengan Makassar, Samarinda, Pontianak, dan Bangka juga sudah MoU. Yang sudah MoU, pelaksanaannya akan kami mulai bertahap tapi targetnya akhir 2018 ini,” jelas Chiefy.

Indonesia Kendaraan Terminal merupakan gerbang tunggal bagi arus kendaraan ekspor-impor nasional. Pada 2016, IKT menangani 274.900 kendaraan ekspor dan 84.143 kendaraan impor. Pada tahun ini, perseroan menargetkan dapat menangani hingga 459.000 kendaraan.

Tag : kinerja emiten, indonesia kendaraan terminal
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top