Kiwoom Sekuritas: IHSG Masih Dipengaruhi Sentimen Perang Dagang

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar saham hari ini, Jumat (21/9/2018) akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal yang secara umum masih terkait dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Emanuel B. Caesario | 21 September 2018 07:51 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi IHSG, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar saham hari ini, Jumat (21/9/2018) akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal yang secara umum masih terkait dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa hari ini sentimen akan berputar kepada dimulainya debat PBB yang memberikan kesempatan kepada pemimpin negara untuk berbicara. 

Selain itu, pembuat kebijakan The Fed juga telah mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk menaikkan tingkat suku bunga ketika mereka bertemu nanti. 

Tidak hanya itu, yang harus dicermati pekan ini adalah OPEC akan merilis laporannya yang bisa menjadi panduan pergerakan minyak selanjutnya. 

Bank Indonesia masih terus mengintervensi setiap hari pergerakan rupiah khususnya, agar terlihat lebih stabil. 

Beralih dari sana, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun ini akan tetap stabil di kisaran 5,2%. Pertumbuhan ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan permintaan domestik. 

Di sisi lain, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini dan tahun depan. 

OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global berada di level 3,7% pada tahun ini dan tahun depan, atau turun dari perkiraan pada Mei sebesar 4%. 

Nico mengatakan, hal ini menjadi menarik karena sentimen sentimen yang disampaikan adalah seputar tentang perang dagang Amerika dan China yang sampai hari ini masih terus berlanjut sehingga ketidakpastian saat ini mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun depan. 

"Secara teknikal, kami melihat indeks IHSG hari ini diprediksi menguat dengan support dan resistance di level 5,905-5,948," katanya dalam riset harian, Jumat (21/9/2018).

Kemarin, Kamis (20/9/2018) IHSG ditutup naik (+0.98%) ke level 5,931. Penguatan sektor industri yang dipimpin oleh sektor industri dasar (+1.82%) dan barang konsumsi (+1.21%). 

Sementara itu, investor asing melakukan net buy di semua perdagangan saham sebesar Rp221,4 miliar.

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top