Mahaka Media (ABBA) Optimistis Bukukan Laba Positif Tahun Ini

Emiten media PT Mahaka Media Tbk. menargetkan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp6 miliar pada tahun ini setelah pada dua tahun sebelumnya perseroan masih menderita kerugian.
Dara Aziliya | 20 September 2018 22:13 WIB
Presiden Komisaris MAHAKA Grup yang juga salah satu Trustee Advisor Doogether Erick Thohir (dari kiri) bersama penasehat Doogether Shinta Dhanuwardoyo dan CEO Doogether Fauzan Gani memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi Doogether, di Jakarta, Selasa (10/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten media PT Mahaka Media Tbk. menargetkan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp6 miliar pada tahun ini setelah pada dua tahun sebelumnya perseroan masih menderita kerugian.

Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawie menyampaikan perseroan akan menggenjot laba konsolidasi dari seluruh lini terutama dari iklan. Segmen iklan memang merupakan kontributor laba bersih pendapatan perseroan yaitu sebesar 70%—75%.

“Meski data menunjukkan belanja iklan pada semester I/2018 drop, tapi potensinya tetap besar. Kami mendorong dari sisi yang lebih potensial makanya perseroan lebih push iklan daripada dari segmen event,” ungkap Adrian dalam paparan di Jakarta, Kamis (20/9).

Adrian menyampaikan untuk dapat menggenjot pendapatan dari iklan, perseroan akan melakukan strategi pemasaran yang lebih kreatif untuk menarik klien. Perseroan juga akan memperluas jangkauan pasar dan klien yang selama ini belum memberikan kontribusi pemasukan pada grup atau unit usaha.

Berdasarkan catatan perseroan Grup Republika yaitu Harian Republika, Republika Online, dan Penerbit Republika membukukan kenaikan pendapatan dari iklan sebesar 14,67% pada semester I/2018 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Meski performa rating, Jak TV membaik dari sisi jumlah penonton, penerimaan iklan dari stasiun TV tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 64% pada paruh pertama tahun ini dibandingkan semester I/2017.

Perseroan juga mencatatkan penjualan event yang pendapatannya menurun 40% pada semester I/2018 (yoy). Pendapatan dari event menurun meski perseroan membukukan klien yang lebih banyak dari tahun lalu.

Meski perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 33% pada semester I/2018 (yoy), Adrian menyampaikan perseroan mampu membukukan kenaikan net profit comprehensive sebesar 158% menjadi Rp76,4 miliar.

“Kenaikan pendapatan komprehensif lainnya sebesar Rp46,8 miliar karena adanya kenaikan nilai aset keuangan tersedia untuk dijual yaitu atas penyertaan perseroan pada PT Mahaka Radio Integra Tbk.,” jelas Adrian.

Adrian menjelaskan sumber laba bersih yang paling potensial adalah dari segmen radio karena memiliki margin yang paling besar yaitu net profit margin sebesar 30% dan ebitda margin mencapai 55%. Konsolidasi perusahaan radio perseroan yang memiliki ticker MARI tersebut diyakini akan kian positif karena baru saja melakukan beberapa ekspansi.

Pada tahun lalu, MARI baru saja mengakuisisi empat radio baru di wilayah Jakarta. Pada tahun ini, Mahaka Radio Integra baru saja meluncurkan aplikasi Noice yang diyakini akan mengerek pangsa pasar perusahaan tersebut.

Tag : kinerja emiten, mahaka media
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top