Harga Batu Bara Reli Penguatan 3 Hari

Penguatan harga batu bara berlanjut pada sesi perdagangan ketiga berturut-turut, Selasa (4/9/2018)
Renat Sofie Andriani | 05 September 2018 08:02 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan harga batu bara berlanjut pada sesi perdagangan ketiga berturut-turut, Selasa (4/9/2018) 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 berakhir menguat 0,85% atau 0,95 poin di US$112,35 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Senin (3/9) harga batu bara kontrak November 2018 ditutup menguat  1,13% atau 1,25 poin di US$111,40 per metrik ton.

Harga batu bara di bursa ICE Rotterdam juga berakhir menguat untuk sesi ketiga berturut-turut. Harga batu bara untuk kontrak teraktif Oktober 2018 ditutup menguat 1,56% atau 1,55 poin di level US$100,65 per metrik ton kemarin, setelah berakhir naik 0,51% di posisi 99,10 pada Senin (3/9).

Penguatan harga batu bara ditopang permintaan China untuk pembangkit listrik semakin tinggi. Permintaan dari Negeri Panda untuk bahan bakar dan gangguan pasokan di pusat penyimpanan batu bara di seluruh Atlantic Basin membuat harga batu bara memuncak sejak awal Maret.

"Harga batu bara bisa terus naik dengan tren kenaikan yang terus berlanjut dan kenaikan tersebut akan bertahan untuk jangka panjang. Hal yang paling mendorong adalah pertumbuhan ekonomi China dan kebijakan produksi batu bara domestik," ujar Hans Gunnar Navik, analis senior StormGeo AS, dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober ditutup menguat 0,07 poin atau 0,1% di level US$ 69,87 per barel di New York Mercantile Exchange pada Selasa (4/9).

Adapun minyak Brent untuk pengiriman November berakhir naik 0,03% atau 0,02 poin di level US$78,17 per barel di bursa ICE Futures Europe.

Minyak mendapat dukungan dari ancaman Badai Tropis Gordon terhadap aset minyak AS. Badai Tropis Gordon diperkirakan akan menjadi topan pada Selasa dan menuju pantai Teluk Meksiko di AS. Lebih dari 9% produksi minyak lepas pantai Teluk Meksiko di Meksiko ditutup, menurut Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan.

Anadarko Petroleum Corp menghentikan produksi dan memindahkan semua personel dari dua platform di Teluk Meksiko, Chevron Corp juga menutup produksi di fasilitas Teluk Meksiko dan Exxon Mobil Corp memulai penutupan fasilitas Mobile Bay lepas pantai Alabama.

Pergerakan harga batu bara kontrak November 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

4 September

112,35

(+0,85%)

3 September

111,40

(+1,13%)

31 Agustus

110,15

(+0,18%)

30 Agustus

109,95

(-1,65%)

29 Agustus

111,80

(+3,04%)

Sumber: Bloomberg

Tag : batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top