BEI Targetkan Aplikasi Transaksi Virtual Meluncur Awal 2019

Bursa Efek Indonesia menargetkan platform IDX Virtual Trading System untuk sarana pelatihan awal bagi calon investor di Bursa Efek Indonesia akan diluncurkan awal tahun depan.
Emanuel B. Caesario | 04 September 2018 18:40 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Bursa Efek Indonesia menargetkan platform IDX Virtual Trading System untuk sarana pelatihan awal bagi calon investor di Bursa Efek Indonesia akan diluncurkan awal tahun depan.

Fithri Hadi, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa transaksi dan investasi saham membutuhkan keterampilan khusus yang tidak sesederhana transaksi komoditas pada umumnya.

Menurutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) ingin mengarahkan investor dan calon investor agar semakin mampu menangani semua kebutuhan investasinya di pasar modal secara mandiri, atau self service. Untuk itu, dibutuhkan perangkat yang memungkinkan mereka menjadi pelanggan yang mandiri.

Salah satunya adalah perangkat yang memungkinkan calon investor melakukan simulasi perdagangan saham yang lengkap dengan semua informasi riil yang berkembang di pasar, hanya saja dengan dana atau modal simulasi.

BEI memberikan dua alat analisis, yakni fundamental dan teknikal. Calon investor dapat melakukan simulasi transaksi beli dan jual dan melihat pergerakan harga riil di pasar. Ini menjadi sarana latihan untuk mengejui ketajaman analisa mereka sebelum benar-benar menjadi investor.

“Kami sudah mulai merintis tahun ini pembuatannya, target launching awal tahun depan. Kami mau arahkan kampanye bursa itu lebih naik kelas, yang dulunya pasif hanya dengar, sekarang langsung praktek,” katanya, Selasa (4/9/2018).

Fithri mengatakan, BEI tidak menutup kemungkinan bagi sekuritas anggota bursa untuk menyediakan platform simulasinya sendiri. Namun, BEI memandang perlu untuk menyiapkannya sendiri untuk mendukung sekuritas kecil yang tidak mampu menyiapkan investasi untuk membuatnya.

Menurutnya, hal ini sudah sangat mendesak sebab pasar modal sudah cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan banyak perusahaan digital startup yang sudah memungkinkan pelanggannya menggunakan platform mereka secara mandiri tanpa harus selalu berkonsultasi pada customer service.

Ini akan memperluas target pasar bagi pasar modal Indonesia sebab pengguna pengguna internet Indonesia diperkirakan mencapai 132 juta.

Menurutnya, maraknya investasi bodong saat ini disebabkan karena tingginya kebutuhan investasi masyarakat tidak didukung oleh kehadiran pasar modal yang dekat dibandingkan dengan produk investasi bodong tersebut.

Tag : bei
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top