Gudang Garam (GGRM) Belum Berencana Luncurkan Produk Baru

PT Gudang Garam Tbk. masih mengandalkan produk yang ada saat ini untuk menggenjot penjualan pada tahun ini. Emiten bersandi saham GGRM itu akan absen meluncurkan produk baru pada sisa tahun ini.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  19:09 WIB
Gudang Garam (GGRM) Belum Berencana Luncurkan Produk Baru
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Gudang Garam Tbk. masih mengandalkan produk yang ada saat ini untuk menggenjot penjualan pada tahun ini. Emiten bersandi saham GGRM itu akan absen meluncurkan produk baru pada sisa tahun ini.

Hingga saat ini, perusahaan yang berkantor pusat di Kediri, Jawa Timur itu baru meluncurkan satu produk limited edition kepada konsumen, yakni sigaret kretek tangan (SKT) yang dikemas di dalam kaleng.

"Sampai saat ini belum ada produk yang dijadwalkan keluar. Hanya ada limited edition itu, SKT dalam kaleng dalam rangka ulang tahun ke-60 kami," kata  Direktur dan Corporate Secretary Gudang Garam Heru Budiman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/8/2018).

Dia menambahkan, produk limited edition itu tidak akan menunjang kinerja penjualan perseroan secara signifikan pada tahun ini. Sebab, produk yang dikemas merupakan produk lama. "Ini tidak diharapkan bisa menunjang karena hanya kemasan yang baru."

Heru masih belum memaparkan kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini. Namun, berdasarkan dana Nielsen, pada 6 bulan pertama tahun ini permintaan konsumen cukup positif terhadap semua kategori produk utama industri rokok nasional.

Nielsen mencatat, terjadi penurunan total volume penjualan industri rokok sebesar 7,9% menjadi 131,4 miliar pada tengah tahun pertama 2018. Kontribusi terbesar adalah SKM Full Flavour yakni 41,2% dari total penjualan pasar. Penjualan jenis ini naik 0,3% menjadi 54,1 miliar batang.

Adapun kategori lainnya menurun, di mana penjualan SKM rendah tar nikotin turun sebesar 13,7% dan SKT turun sebesar 11,3%. Sementara itu, permintaan terhadap rokok putih turun sebesar 12,2%. Namun GGRM tidak bermain pada produk ini.

Kinerja GGRM pada kuartal I/2018 membukukan pendapatan senilai Rp21,98 triliun, meningkat sebesar 10,07% secara year on year (yoy), dari sebelumnya Rp19,97 triliun. Laba bersih GGRM per Maret 2018 mencapai Rp1,89 triliun. Nilai itu meningkat tipis 0,13% yoy dari sebelumnya Rp1,88 triliun.

Heru menambahkan, sejauh ini GGRM belum memiliki rencana untuk melakukan ekspansi. Baik dalam bentuk pendirian pabrik baru maupun menjalin kemitraan dengan pihak lain untuk memperluas akses pasar. "Belum ada ekspansi sejauh ini."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gudang garam

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup