Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Akan Menguat Terbatas

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan perdagangan Surat Berharga Negara (SBN) akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas, Selasa (21/8/2018).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 Agustus 2018  |  08:26 WIB
Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Akan Menguat Terbatas
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan perdagangan Surat Berharga Negara (SBN) akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas, Selasa (21/8/2018).
 
Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan ini didukung oleh turunnya imbal hasil global, khususnya US Treasury, tetapi menjadi terbatas karena capital outflow masih terus keluar dari pasar obligasi.
 
Secara persentase, asing telah keluar dari pasar SBN dengan total kepemilikan turun dari sebelumnya 37,9% terhadap total outstanding menjadi 37,5%.
 
"Oleh sebab itu, para pelaku pasar dan investor diharapkan berhati hati, ditambah lagi dengan minimnya sentimen dari pasar obligasi yang membuat pasar obligasi tidak akan bergerak fluktuatif hari ini," paparnya dalam riset harian, Selasa (21/8).
 
Nico melanjutkan lelang hari ini akan memberikan kesempatan yang baik kepada para pelaku pasar dan investor. Obligasi jangka pendek, yakni seri PBS0016 dan PBS002, akan menjadi idola hari ini.
 
Namun, seri PBS0012 masih akan menjadi buruan utama. Dengan tingkat kupon tinggi serta minim volatilitas, obligasi ini layak untuk diminati.
 
"Kami merekomendasikan beli hari ini, baik lelang maupun sekunder," tambahnya.
 
Sementara itu,  pada perdagangan Senin (20/8), total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya di tengah kenaikan harga yang terjadi.
 
Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi kurang dari 1 tahun,  diikuti dengan surat utang bertenor 7-10 tahun dan 3-5 tahun. Sisanya, merata di semua tenor hingga 20 tahun.
 
Pasar obligasi kemarin pada akhirnya bergerak menguat sekitar 68 bps.
 
"Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, penguatan melebihi 40 bps akan membuat penguatan menjadi lebih terkonfirmasi. Meskipun demikian, yang harus diwaspadai adalah bahwa penguatan ini belum mengubah tren obligasi yang sedang dalam fase penurunan," imbuh Nico.
 
Di pasar global, imbal hasil obligasi zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Brazil dengan 11,88%, sedangkan penurunan terbesar terjadi di AS dengan 2,81%.
 
Imbal hasil wilayah zona Eropa bervariasi, juga didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Slovenia dengan 0,85% dan penurunan di Italia dengan 3%.
 
Adapun yield Asia Pasifik ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Thailand dengan 2,72% dan penurunan terbesar ada di Indonesia dengan 7,77%.
 
Imbal hasil obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di level 7,87% dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar 7,98%. Sementara itu, imbal hasil obligasi 20 tahun melemah di 8,38% dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar 8,42%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top