IHSG Menguat 1,71% di Akhir Sesi I, Delapan Sektor Naik

IHSG menguat 1,71% atau 99,17 poin ke level 5.882,97 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,86% atau 49,74 poin di level 5.833,54
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Agustus 2018 12:56 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat lebih dari 1% pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (20/8/2018).

IHSG menguat 1,71% atau 99,17 poin ke level 5.882,97 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,86% atau 49,74 poin di level 5.833,54

Sepanjang perdagangan di sesi I hari ini, IHSG bergerak pada level 5.833,4 - 5.887,24.

Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu, Kamis (16/8), IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,56% atau 32,79 poin ke level 5.783,80.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 248 saham menguat, 104 saham melemah, dan 247 saham stagnan dari 599 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang menguat 4,23% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 2,62% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berada di teritori positif dengan dorongan utama dari sektor industri dasar yang menguat 2,81%, disusul sektor aneka industri dengan penguatan 2,35%.

Di sisi lain, hanya sektor pertanian yang menahan penguatan IHSG lebih lanjut setelah melemah 0,13% di akhir sesi I hari ini.

Vice President of Research Department Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak menguat di pekan perdagangan pendek, menyusul sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah. 

Dia menjelaskan mengawali pekan pascaminggu pendek IHSG masih terlihat cukup kuat untuk dapat kembali menggapai resistance, ditengah pekan pendek yang kembali akan dilalui. 

William mengatakan rilis data perekonomian BI rate yang telah terlansir dengan  perubahan menunjukkan bahwa langkah sigap pemerintah dalam menentukan kebijakan ditengah kondisi pergolakan nilai tukar diharapkan dapat menjaga situasi perekonomian dapat terus dalam kondisi stabil sehingga dapat menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Adapun, katanya, rilis data pertumbuhan kredit juga akan dapat memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG hari ini.

"Sehingga hari ini IHSG berpotensi menguat walaupun pekan ini juga merupakan pekan yang pendek, " demikian menurut risetnya. 

Sementara itu, indeks saham di kawasan Asia Tenggara bergerak mayoritas menguat siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI naik 0,25%, indeks FTSE Straits Times menguat 0,18%, dan indeks SE Thailand menguat 0,43%. Adapun indeks PSEi Filipina melemah 0,27%.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top