Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Berpotensi Menguat

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi terus menguat.
Emanuel B. Caesario | 09 Agustus 2018 09:51 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi terus menguat.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa penguatan ini dukung juga oleh kembalinya dana asing ke pasar obligasi.

Namun, katanya, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah kembalinya dana asing cukup konsisten sehingga membuat pasar obligasi terjaga penguatannya? Hal tersebut akan menjadi penentuan bagi konsistensi penguatan hari ini.

"Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume kecil hingga sedang dengan terfokus kepada strategi jangka pendek," katanya dalam riset harian, Kamis (9/8/2018).

Pada perdagangan kemarin, total transaksi dan frekuensi meningkat dibandingkan hari sebelumnya di tengah kenaikkan harga obligasi yang terjadi kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan <1 tahun dan 3 – 5 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga >25 tahun.

Nico mengatakan, pasar obligasi kembali kepada track penguatan, meskipun masih terus mencoba untuk konsistensi dengan volume yang dapat dikatakan belum begitu besar.

Di pasar global, imbal hasil obligasi Zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Chili (4.87%). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Brazil (10.90%).

Imbal hasil wilayah Zona Eropa bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Italia (2.90%). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Finlandia (0.50%).

Imbal hasil Asia Pasifik di tutup bervariasi, didominasi oleh kenaikkan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di China (3.51%). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Selandia Baru (2.67%).

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 7.71% dibandingkan hari sebelumnya di 7.76%. Imbal hasil obligasi 20 tahun menguat di 8.11% dibandingkan hari sebelumnya di 8.16%.

Minyak Texas di tutup turun di harga US$66,77 per barel dibandingkan hari sebelumnya US$66,94 per barel. Rupiah di tutup menguat di Rp14.435 dibandingkan hari sebelumnya di Rp14.440 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top