Bursa Asia Hijau, IHSG Perpanjang Kenaikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang kenaikannya pada awal perdagangan hari ini, Selasa (24/7/2018), sejalan dengan penguatan sejumlah indeks saham di kawasan Asia.
Renat Sofie Andriani | 24 Juli 2018 09:52 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang kenaikannya pada awal perdagangan hari ini, Selasa (24/7/2018), sejalan dengan penguatan sejumlah indeks saham di kawasan Asia.

IHSG dibuka dengan kenaikan 0,31% atau 18,61 poin di level 5.934,41 dan naik 0,29% atau 17,18 poin ke level 5.932,98 pada pukul 09.15 WIB. Pada perdagangan Senin (23/7), IHSG berakhir menguat 0,73% atau 43,01 poin di level 5.915,80.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor perdagangan (+0,48%), konsumer (+0,47%), dan properti (+0,46%).

Sebanyak 160 saham menguat, 30 saham melemah, dan 407 saham stagnan dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas dan masih cukup sulit menembus level 6.000 pada perdagangan hari ini.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal mencoba break out bearish trend line dengan menguji upper bollinger bands.

Menurutnya, indikasi menguat jika mampu bertahan di atas 5900 dengan target MA200 hingga level 6140 namun jika pulled back IHSG akan kembali menekan dengan menguji level MA20.

Adapun indikator Stochastic terkonsolidasi positif dengan momentum bullish indikator RSI yang terasa terbatas pada peluang penguatannya. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat terbatas dengan rentang pergerakan 5.874-5.942.

“Data pertumbuhan pinjaman yang akan dirilis pada hari Selasa menjadi fokus investor sebagai arah kinerja perbankan di tengah prospek peningkatan suku bunga tahun ini,” lanjutnya dalam riset.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 naik 0,23% atau 1,20 poin ke level 514,96 pada pukul 09.15 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,44% atau 2,24 poin di posisi 516.

Indeks saham lain di kawasan Asia Tenggara ikut bergerak positif pagi ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,26%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,20%), dan indeks PSEi Filipina (+0,13%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,59% dan 0,43%, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,12%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing menguat 1,41% dan 1,53%.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat mengikuti penguatan sejumlah bursa saham Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Senin (23/7), indeks Standard & Poor’s 500 berakhir naik 5,15 poin atau 0,18% di 2.806,98 dan Nasdaq Composite menguat 21,68 poin atau 0,28% ke 7.841,87.

Indeks saham sektor keuangan naik 1,3% setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Kenaikan ini membuat Federal Reserve kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga meskipun ada kritik dari Presiden Donald Trump.

"Imbal hasil naik di seluruh bursa, yang merupakan tanda penguatan ekonomi. Kinerja emiten juga sangat kuat," kata Oliver Pursche, kepala analis di Bruderman Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

HMSP

+0,78%

BMRI

+0,78%

UNVR

+0,67%

TLKM

+0,49%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

INKP

-1,78%

TKIM

-3,80%

BBRI

-0,33%

JPFA

-1,36%

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top