Oso Sekuritas: IHSG Lanjut Merah di Level 5.807-5.941

Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan lanjutkan pelemahan, pasca penurunan bursa saham dalam perdagangan kemarin, Senin (16/07).
Mia Chitra Dinisari | 17 Juli 2018 09:36 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan lanjutkan pelemahan, pasca penurunan bursa saham dalam perdagangan kemarin, Senin (16/07).

Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan IHSG tidak mampu break resistance pada trendline dengan indikator Stochastic dead cross dan MACD histogram bergerak ke arah negatif dengan volume turun.

"Kami perkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan pergerakan di kisaran 5.807 - 5.941," demikian menurut risetnya.

Mengawali perdagangan pekan ini (16/07), IHSG ditutup melemah sebesar 0,65% ke level 5.905.16. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Infrastruktur dan Properti memimpin penurunan masing-masing sebesar 1,47% dan 1,25%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: TLKM, ASII, UNVR, TKIM dan ADRO Pelemahan pada IHSG terjadi seiring dengan aksi Profit Taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar setelah sebelumnya selama lima hari perdagangan berturut-turut berhasil mencatatkan penguatan.

Rilisnya data Neraca Perdagangan Indonesia bulan Juni 2018 yang mengalami surplus sebesar US$ 1,74 miliar nampaknya belum mampu membawa IHSG ditutup dalam teritori positif. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 76 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,11% ke level 14,394. Global Market

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas melemah pada perdagangan kemarin (16/07). Indeks S&P turun sebesar 0.10% ke level 2,798.43 dan Nasdaq tertekan sebesar 0.26% ke level 7,806.72. Sedangkan Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.18% ke level 25,064.36.

Pelemahan pada indeks utama Wall St terjadi seiring dengan rilisnya data Retail sales AS bulan Juni yang melambat atau tumbuh sebesar 0.5% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang berhasil tumbuh sebesar 1.4%.

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi dari adanya pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Rusia Vladimir Putin.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top