Waskita Karya (WSKT) Incar Rp3 Triliun dari Becakayu dan Kapal Betung

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. melalui anak usaha, PT Waskita Toll Road, membidik dana segar Rp3 triliun lewat divestasi dua ruas tol.
M. Nurhadi Pratomo | 10 Juli 2018 21:00 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung-Melayu (Becakayu) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk. (Persero) di Jakarta, Senin (17/4). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk. melalui anak usaha, PT Waskita Toll Road, membidik dana segar Rp3 triliun lewat divestasi dua ruas tol.

Direktur Utama Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto menjelaskan bahwa perseroan tengah memroses untuk divestasi saham di ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becak Kayu) dan Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung). Rencana aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat rampun pada 2018. “Dari dua ruas itu diharapkan total Rp3 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Dalam divestasi tersebut, sambungnya, investor diberi kesempatan untuk menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan demikian, para pemilik dana segar berpeluang memiliki lebih dari 60% saham di dua ruas tersebut.

Saat ini, Herwidiakto menyebut rencana divestasi tengah memasuki non binding offer. Setelah itu, akan dilakukan tahapan due dilligent dengan calon investor.

Dia mengungkapkan terdapat 4-5 calon investor yang tengah melakukan negoisiasi. Adapun, mereka berasal dari dalam maupun luar negeri. “Untuk divestasi ini tidak menggunakan skema reksa dana penyertaan terbatas seperti sebelumnya. Kami jual putus,” paparnya.

Herwidiakto menyebut saat ini ruas Becakayu berstatus semi brown field. Pasalnya, sebagian ruas berstatus operasional dan sisanya masih dalam tahap konstruksi.

Adapun, ruas tol Kapal Betung masih berstatus green field.

“Untuk investor ada yang senang ruas brown field dan ada yang lebih memilih green field karena lebih murah. Tipe investor berbeda-beda kalau kami fleksibel saja,” imbuhnya.

Sebagai catatan, sebelumnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. telah mendapatkan dana segar Rp5 triliun melalui instrumen RDPT Danareksa Infrastruktur Trans Jawa. Perseroan enjadikan kepemilikan saham di cucu usaha, PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR), sebagai underlying asset.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang sebelumnya mengatakan penjualan ruas tol yang dilakukan WSKT dilakukan agar dapat berinvestasi di ruas lain. Selain itu, apabila dana masuk akan memberikan alternatif sumber pendanaan di luar penerbitan obligasi.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018, arus kas bersih dari aktivitas operasi perseroan tercatat minus Rp1,76 triliun. Posisi tersebut menyusut dari minus Rp5,50 triliun pada 31 Desember 2017.

Tag : waskita karya
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top