Pasar Saham China Tampil Mengejutkan Pasca ‘Pukulan’ Tarif AS, Ini Kata Analis

Bursa saham China mampu rebound sekaligus mengangkat kenaikan bursa Asia dari level terendahnya dalam 9 bulan dalam perdagangan yang volatil hari ini, Jumat (6/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 06 Juli 2018 16:46 WIB
Tren Pergerakan Indeks Hang Seng dan Indeks Entreprise China di Hong Kong - Reuters.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China mampu rebound sekaligus mengangkat kenaikan bursa Asia dari level terendahnya dalam 9 bulan dalam perdagangan yang volatil hari ini, Jumat (6/7/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite rebound dengan ditutup menguat 0,49% atau 13,35 poin di level 2.747,23, setelah dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,09% atau 2,53 poin di posisi 2.731,35.

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir menguat 0,68% atau 22,68 poin di level 3.365,12, setelah mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,14% atau 4,62 poin di posisi 3.347,06.

Rebound indeks Shanghai Composite dan CSI 300 hari ini mematahkan koreksi yang dibukukan beberapa hari sebelumnya. Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, yang melemah di awal perdagangan pun berhasil berbalik menguat.

Kedua indeks saham utama China tersebut mampu melonjak bahkan setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan tarif pada lebih dari 800 barang dari China senilai US$34 miliar, keputusan yang dikhawatirkan dapat memicu perang dagang berskala penuh.

Penguatan indeks Shanghai dan CSI 300 sebagian terbantukan oleh persepsi bahwa langkah pengenaan tarif tersebut telah diperhitungkan. Tetap saja, ada beberapa keraguan tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang.

“Hubungan China-AS adalah komponen besar perdagangan global yang benar-benar memiliki dampak global dan yang memiliki implikasi sulit untuk diramalkan,” kata Frederic Neumann, kepala riset ekonomi Asia di HSBC, Hong Kong, seperti dikutip Reuters.

Namun ia juga mengatakan “cukup tenang” tentang segala isu terkait tarif dan perselisihan perdagangan.

“Ini merupakan hambatan dalam pertumbuhan. Saya tidak berpikir itu mengganggu seperti yang sering digambarkan. Posisi China cukup kuat untuk menghindari pendaratan keras dalam skenario saat ini,” tambah Neuman.

Sementara itu menurut Soichiro Monji, seorang general manager di Daiwa SB Investments Ltd., Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam memperluas tarif terhadap China.

"Karena hal ini akan menjadi beban bukan hanya bagi perusahaan-perusahaan tetapi juga warga negara AS," ujar Monji, seperti dikutip Bloomberg.

Saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. dan Ping An Insurance Group Co. of China Ltd. yang masing-masing naik 1,15% dan 2,54% menjadi pendorong utama terhadap rebound indeks Shanghai.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong rebound dan berakhir menguat 0,47% atau 133,53 poin di level 28.315,62, setelah tiga hari berturut-turut terkoreksi.

Tag : bursa china, perang dagang AS vs China
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top