Valbury Sekuritas: Penguatan Bursa AS Topang IHSG

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG akan tertopang penguatan bursa AS hari ini, Jum'at (06/07).
Mia Chitra Dinisari | 06 Juli 2018 07:41 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -  Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG akan tertopang penguatan bursa AS hari ini, Jum'at (06/07). 

Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan perkiraan pasar hari ini, diharapkan dengan membaiknya saham AS ditutup menguat pada Kamis (6/7/18) menjadi dukungan bagi bursa regional Asia yang sekaligus dapat menjadi penopang bagi IHSG.

Kendati sisi lainnya pergerakan IHSG masih dihadapi rapuhnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dan juga pemberlaku tarif impor China. 

Hari ini,  indeks diperkirakan bergerak di Support Level 5.704/5.668/5.650 dan Resistance Level 5.757/5.775/5.811.

Berikut penggerak IHSG hari ini

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Ditengah pelemahan rupiah yang terjadi di periode berjalan tahun ini, nampaknya pemerintah tetap optimis atas pertumbuhan ekonomi pada kuatal II 2018. Seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II dapat mencapai 5,3%, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,06%. Menurutnya pertumbuhan ekonomi kuarta II dipengaruhi oleh masa panen yang bergeser, pada April dan Mei. Selain itu, pertumbuhan juga di topang dari pemilihan kepala daerah (pilkada) di 171 daerah serta faktor lebaran yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Pemerintah akan melakukan langkah yang dibutuhkan demi mengantisipasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian merosot, untuk itu pemerintah akan selektif dalam mengimpor barang demi mengurangi defisit transaksi berjalan. Langkah ini di lakukan karena Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar US$2,83 miliar sejak Januari hingga Mei.

Bank Dunia mengatakan Indonesia harus bersiap menghadapi kemungkinan adanya perang dagang yang dilakukan oleh negara yang punya kekuatan ekonomi. Dan negara-negara lainnya juga harus bersiap dengan adanya perang dagang antara AS dan Cina. Namun, Bank Dunia masih mengapresiasi ekonomi Indonesia dengan pendapatanya bahwa di tengah kondisi global, Indonesia menjadi contoh yang baik karena punya banyak hal seperti rasio utang terhadap GDP yang rendah dibanding negara berkembang lain, manajemen anggaran publik yang kuat sehingga perekonomian indonesia ada dalam kondisi baik.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Kanselir Angela Merkel mengatakan Uni Eropa (UE) akan melakukan segala upaya untuk menghindari perang dagang dengan AS. Meski tindakan AS tersebut dapat menyakitkan bagi Jerman dengan industri otomotif utamanya. Sebelumnya Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium UE. Selain itu, AS juga mempertimbangkan apakah akan menambahkan tarif pada mobil, truk dan suku cadang mobil.

Simak rekomendasi saham hari ini

UNTR: Trading Buy
• Close 33250, TP 33725
• Boleh buy di level 32500-33250
• Resistance di 33725 & support di 32500
• Waspadai jika tembus di 32500
• Batasi resiko di 32400

ADRO: Trading Buy
• Close 1825, TP 1860
• Boleh buy di level  1770-1825
• Resistance di 1860 & support di 1770
• Waspadai jika tembus di 1770
• Batasi resiko di 1750

JSMR : Trading Buy
• Close 4590, TP 4690
• Boleh buy di level  4390-4590
• Resistance di 4690 & support di 4390
• Waspadai jika tembus di 4390
• Batasi resiko di 4370

TLKM:  Trading Buy
• Close 3830, TP 3870
• Boleh buy di level  3780-3830
• Resistance di 3870 & support di 3780
• Waspadai jika tembus di 3780
• Batasi resiko di 3720

BDMN:  Trading Buy
• Close 6500, TP 6700
• Boleh buy di level  6300-6500
• Resistance di 6700 & support di 6300
• Waspadai jika tembus di 6300
• Batasi resiko di 6250

ITMG:  Trading Buy
• Close 23250, TP 23675
• Boleh buy di level  22525-23250
• Resistance di 23675 & support di 22525
• Waspadai jika tembus di 22525
• Batasi resiko di 22450

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
INTP, ITMG, FASW, ADRO, BBRI, BMRI, BBNI.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top