Moody's Tingkatkan Rating Perbankan

Lembaga pemeringkat internasional, Moody's menaikkan profil risiko perbankan Indonesia dari Moderate + menjadi Strong - seiring dengan membaiknya harga komoditas, yang akan menciptakan momentum positif bagi pertumbuhan kredit dan kualitas aset bagi sistem perbankan.
Novita Sari Simamora | 28 Juni 2018 20:12 WIB
Moody's Investor Service - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat internasional, Moody's menaikkan profil risiko perbankan Indonesia dari Moderate + menjadi Strong - seiring dengan membaiknya harga komoditas, yang akan menciptakan momentum positif bagi pertumbuhan kredit dan kualitas aset bagi sistem perbankan.

Moody's meyakini, pertumbuhan kredit perbankan muncul dari siklus terendah kredit. Hal itu dibuktikan dengan adanya perluasan stabilitas pembentukan aset dan pemulihan bertahap dari permintaan pinjaman.

Lembaga pemeringkat menilai, peningkatan peringkat ini tercermin dari semakin seimbangnya risiko di sektor perbankan makin seimbang. Selain itu, profil penilaian kredit awal (baseline credit assessment) mencatatkan siklus kualitas aset membaik dan pemulihan profitabilitas lebih lanjut.

Moody's pun menaikkan peringkat PT Bank Negara Indonesia Tbk. dari ba1 menjadi baa3. Peningkatan itu mencerminkan, kemampuan kredit yang kuat dalam 3 tahun terakhir, didukung dengan profitabilitas dan kapitalisasi yang kuat. Moody's juga menilai, biaya kredit akan tetap tinggi, karena perbankan sedang menghadapi masalah kualitas aset.

Namun, hambatan terhadap profitabilitas akan mulai berkurang pada 12-18 bulan ke depan, karena kualitas aset memasuki proses stabilisasi.

Moody's juga meningkatkan penilaian kredit awal PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) dari ba2 menjadi ba1. Hal itu tercermin dari kualitas aset yang stabil, karena bank yang fokus menggarap segmen kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi, semakin memperketat pinjaman kriteria kredit komersial. Kondisi akan meningkatkan keuangan BTN dari sisi laba dan kapitalisasi pasar.

Selain itu, Moody's juga meningkatkan penilaian baseline credit assessment CIMB Niaga dan Bank Panin menjadi ba1 dari ba2, yang mencerminkan peningkatan profitabilitas dan kualitas aset yang stabil dalam tiga tahun terakhir. Moody's menilai Bank CIMB Niaga bersifat hati-hati dalam menyalurkan pinjaman baru, sedangkan Bank Panin cenderung konservatif dalam menyalurkan pinjaman.

Moody juga meningkatkan peringkat baseline credit assessment Bank Danamon Indonesia dari ba1 menjadi baa3, karena kapitalisasi bank yang relatif kuat dan mampu menstabilkan tekanan terhadap kualitas aset.

AFIRMASI EMPAT BANK
Moody juga meningkatkan baseline credit assessment dari Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Central Asia dan Bank Permata, karena risiko kredit diharapkan akan stabil selama 12 bulan--18 bulan ke depan. Metriks kualitas aset diperkirakan akan terus stabil, ditengarai melambatnya pinjaman baru.

Lembaga pemeringkat ini menilai, biaya kredit akan terus membebani profitabilitas dan modal perbankan berpotensi menurun karena adanya permintaan pinjaman secara bertahap meningkat.

Selain itu, pendanaan dan likuiditas di empat bank tersebut diprakirakan tetap stabil mengingat rendahnya ketergantungan mereka pada dana di pasar dan likuiditas yang stabil.

Penyesuaian terhadap penilaian kredit awal Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia dan Bank Permata telah memperhitungkan kekuatan kredit secara mandiri dan telah memasukkan asums dukungan dari pemegang saham asing di bank tersebut. Peringkat baseline credit assessment Bank Permata ditegaskan pada level ba1.

Penurunan peringkat bisa saja terjadi, bila Moody menilai fundamental perbankan memburuk secara signifikan.

Faktor yang memperngaruhi penurunan peringkat adalah tekanan terhadap baseline credit assessment, peningkatan risiko kredit--termasuk rasio kredit bermasalah dan restrukturisasi kredit, penurunan rasio permodalan dan profitabilitas.

 

Tag : moodys
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top