Saham Perbankan Tahan Pelemahan IHSG Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menahan pelemahannya dan hanya mencatatkan penurunan tipis pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2018 18:47 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menahan pelemahannya dan hanya mencatatkan penurunan tipis pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018).

IHSG ditutup turun tipis 0,01% atau 0,52 poin di level 5.821,81, setelah dibuka dengan pelemahan 0,04% atau 2,14 poin di level 5.820,19. Pada perdagangan Kamis (21/6), IHSG ditutup melorot 1,05% atau 61,71 poin di level 5.822,33.

Meski sempat memperpanjang pelemahan di awal perdagangan hingga terlempar ke kisaran level 5.700, perlahan IHSG mampu mengikis koreksinya pada awal sesi II perdagangan dan kembali ke level 5.800. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 5.787,68 – 5.837,65.

Dari 587 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 133 saham menguat, 258 saham melemah, dan 196 saham stagnan.

M. Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas mengemukakan sentimen eksternal saat ini begitu kuat, seperti rencana kenaikan suku bunga lanjutan sebanyak dua kali oleh bank sentral AS (Federal Reserve) sampai akhir tahun ini.

Ditambah lagi sentimen perang dagang antara AS dengan Tiongkok kemudian disertai Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Jepang yang tensinya terus mengalami peningkatan.

“Maka IHSG [pun] mengalami pelemahan,” kata Nafan kepada Bisnis.com.

Padahal ujarnya, di sisi lain, pelaku pasar sangat mengapresiasi langkah BI untuk menerapkan kebijakan preemptive untuk mengantisipasi langkah penaikan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar (-1,28%) dan perdagangan (-1,15%).

Adapun sektor finansial dan tambang mampu menetap di zona hijau, masing-masing dengan kenaikan 1,58% dan 0,48%, sekaligus menahan pelemahan IHSG.

Tiga saham emiten perbankan menjadi pendorong utama pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan yakni BBCA (+3,66%), BBRI (+2,41%), dan BDMN (+6,67%).

“Penguatan saham Bank Danamon Indonesia (BDMN) ditopang ekspektasi bahwa Mitsubishi UFJ Financial Group akan segera meningkatkan kepemilikan sahamnya di bank tersebut,” jelas analis Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja, seperti dikutip Bloomberg.

Lebih beruntung dari IHSG, indeks Bisnis-27 mampu rebound dan mengakhiri pergerakannya hari ini di zona hijau dengan kenaikan 0,23% atau 1,14 poin di level 497,95.

Pagi tadi, indeks dibuka turun tipis 0,03% atau 0,17 poin di posisi 496,64, setelah pada perdagangan Kamis (21/6) berakhir melorot 1,82% atau 9,20 poin di level 496,81.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak variatif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,38%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,11%), indeks PSEi Filipina (-0,49%), dan indeks SE Thailand (+0,03%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir turun 0,33% dan 0,78%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,83%. Di China, indeks Shanghai Composite dan indeks CSI 300 masing-masing naik 0,49% dan 0,44%. Adapun, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,15%.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

INKP

-3,87

HMSP

-0,87

ASII

-1,12

TLKM

-0,83

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+3,66

BBRI

+2,41

BDMN

+6,67

DSSA

+20,00

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top