DOLAR AS: Kekhawatiran Perang Dagang AS-China Menjulang, Indeks Menguat

Dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (19/6/2018) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan lebih banyak tarif terhadap barang impor asal China, yang memanaskan perselisihan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juni 2018 06:57 WIB
Indeks dolar AS menguat. - .Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (19/6/2018) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan lebih banyak tarif terhadap barang impor asal China, yang memanaskan perselisihan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Trump mengatakan akan memberlakukan tarif 10% pada barang-barang asal China senilai US$200 miliar, menyusul tarif impor untuk barang impor China senilai US$ 50 miliar yang diberlakukan pekan lalu.

Di lain pihak, Kementerian Perdagangan China pada Selasa memperingatkan bahwa Beijing akan melawan dengan tegas dengan langkah-langkah "kualitatif" dan "kuantitatif" jika AS menerapkan tarif lebih banyak.

"Kami melihat dolar dan yen mengungguli sebagian besar mata uang lain terutama mata uang berisiko, mata uang berimbal hasil tinggi, dan mata uang yang lebih dipengaruhi oleh gangguan dalam perdagangan global," kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/6/2018).

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap euro, yen, poundsterling, dan tiga mata uang lainnya,pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, ditutup menguat 0,27% atau 0,257 poin ke level 95,013 pada akhir perdagangan Selasa. Indeks dolar juga sempat menyentuh level tertinggi sejak Juli 2017 di level 95,296.

Kekhawatiran mengenai perdang perdagangan AS-China yang meningkat juga memicu aksi jual di pasar saham di seluruh dunia. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,15% di level 24.700,21 dan indeks S&P 500 turun 0,40% ke level 2.762,57. Adapun indeks Stoxx 600 Eropa melemah 0,7%.

"Tentu saja perang perdagangan yang luas akan merugikan bagi semua orang pada akhirnya, tetapi yang paling terdampak adalah negara-negara yang pertumbuhannya sangat bergantung pada perdagangan luar negeri," ungkap analis mata uang Commerzbank, Thu Lan Nguyen.

Trump juga mengatakan ada perkembangan yang diupayakan dalam pembicaraan perdagangan antara AS, Kanada dan Meksiko, tetapi ia tidak mengesampingkan kesepakatan bilateral jika kesepakatan tiga arah tidak dapat dicapai.

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top