Bursa Saham Jepang Naik Jelang KTT AS-Korea Utara & Rapat The Fed

Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (11/6/2018) karena investor mempertimbangkan prospek KTT antara AS dan Korea Utara pada Selasa serta pertemuan kebijakan bank sentral pada akhir pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Juni 2018 16:31 WIB
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana, Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (11/6/2018) karena investor mempertimbangkan prospek KTT antara AS dan Korea Utara pada Selasa serta pertemuan kebijakan bank sentral pada akhir pekan ini.

Indeks Topix ditutup menguat 0,3% atau 5,4 poin ke level 1.786,84, sedangkan indeks Nikkkei 225 ditutup menguat 0,48% atau 109,54 poin ke level 22.804,04.

Dilansir Bloomberg, indeks Topix mendapat dorongan dari emiten industri yang bergantung pada permintaan domestik, termasuk layanan ritel dan telekomunikasi. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menggoyahkan upaya negara-negara G7 dalam KTT akhir pekan saat lalu setelah mengingkari pernyataan bersama, sehingga meningkatkan ketegangan perdagangan global.

Trump kemudian terbang ke Singapura menjelang pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang dijadwalkan Selasa (12/6).

Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakannya hari Rabu karena ekonomi AS tetap solid, sementara Bank Sentral Eropa siap untuk mengadakan pembicaraan formal pertama untuk mengakhiri program pembelian obligasi.

Bank of Japan juga akan mengadakan pertemuan pada Jumat, namun tanpa ekspektasi terhadap perubahan kebijakan moneternya.

"Pasar mungkin fokus pada kekuatan ekonomi AS jika pertemuan The Fed pekan ini menandakan empat kenaikan suku bunga tahun ini dan itu menjadi pertanda baik bagi ekonomi Jepang,” kata Ikuo Mitsui, manajer dana di Aizawa Securities Co di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

“Maih belum jelas sejauh mana KTT AS-Korea Utara dapat menuju ke denuklirisasi Korea Utara. Tetapi jika pembicaraan dilanjutkan, itu bisa mengurangi risiko geopolitik, yang berdampak positif untuk saham,” lanjutnya.

Tag : bursa jepang
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top