Yen Menguat Jelang KTT G7, Bursa Jepang Tertekan

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (8/6/2018), di tengah penguatan nilai tukar mata uang yen yang berpotensi menekan prospek laba eksportir.
Renat Sofie Andriani | 08 Juni 2018 16:16 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (8/6/2018), di tengah penguatan nilai tukar mata uang yen yang berpotensi menekan prospek laba eksportir.

Indeks Topix tergelincir ke zona merah saat dibuka dengan penurunan 6,95 poin atau 0,39% di level 1.782,06 dan berakhir melemah 0,42% atau 7,57 poin di level 1.781,44. Dari 2.082 saham pada indeks Topix, 821 saham di antaranya menguat, 1.161 saham melemah, dan 100 saham stagnan.

Saham SoftBank Group Corp. dan Tokyo Motor Corp. yang masing-masing melemah 2,87% dan 0,62% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir melemah 0,56% atau 128,76 poin di level 22.694,50, setelah tergelincir ke zona merah saat dibuka turun 0,10% di posisi 22.799,38. Pada perdagangan Kamis (7/6), Nikkei 225 berakhir menguat 0,87% di posisi 22.823,26.

Sebanyak 56 saham menguat, 166 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham SoftBank Group Corp. yang melemah 2,87% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei pada akhir perdagangan hari ini, diikuti saham Tokyo Electron Ltd. yang turun 2,08%.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,29% atau 0,32 poin ke posisi 109,38 per dolar AS pada pukul 15.45 WIB, setelah berakhir menguat 0,44% atau 0,48 poin di level 109,70 pada perdagangan Kamis (7/6).

Dilansir dari Bloomberg, yen memperpanjang penguatannya di tengah tensi perdagangan global menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang akan berlangsung di Quebec, Kanada mulai hari ini waktu setempat.

“Perhatian investor terhadap isu perdagangan meningkat menjelang KTT G7, dengan peluang bahwa pasar finansial akan menuju penghindaran risiko jika Trump membuat komentar yang memperburuk konflik yang ada dengan negara lain,” ujar Naoto Ono, analis di Ueda Harlow di Tokyo.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa ia akan tetap pada pendiriannya yang keras mengenai perdagangan setelah mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa pekan lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang, G7

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top