Steadfast Marine Bidik 5-10 Kontrak Kapal Baru

Perusahaan galangan PT Steadfast Marine Tbk. membidik perolehan kontrak 5-10 kapal baru hingga akhir 2018 dari sejumlah tender di dalam dan luar negeri.
Rivki Maulana | 08 Juni 2018 11:33 WIB
Direktur PT Steadfast Marine Tbk Irsa Suhatam (dari kiri) berbincang dengan Direktur Independen Ibrahim Saleh, Dirut Rudy Kurniawan Logam, Direktur PT Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja, Komisaris Utama Eddy Kurniawan Logam, Komisaris Independen Airvin Widyatama Hardani, dan Komisaris Marwoto, sebelum penawaran umum perdana saham, di Jakarta, Senin (21/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan galangan PT Steadfast Marine Tbk. membidik perolehan kontrak 5-10 kapal baru hingga akhir 2018 dari sejumlah tender di dalam dan luar negeri.

Komisaris Utama Steadfast Marine Eddy Kurniawan Logam mengatakan kontrak baru akan menambah daftar pesanan kapal anyar yang dikantongi perseroan. Hingga saat ini, Steadfast Marine sudah mendapat tiga kontrak pembuatan kapal patroli dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kami baru dapat 3 [kontrak baru] dan menargetkan 5-10 lagi sehingga tahun ini harapannya jadi 8-13 order baru," ujarnya selepas pencatatan saham Stedfast Marine di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/6/2018).

Secara khusus, Steadfast Marine mengincar pasar luar negeri dengan mengikuti tender di sejumlah negara Afrika dan India. Eddy menuturkan kebutuhan kapal patroli di Afrika dan India cukup tinggi sehingga perseroan tertarik untuk menjajaki pasar di dua wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada 2008 dan 2010, Steadfast Marine juga pernah mengerjakan pesanan kapal dari Singapura dan Timur Tengah. Saat itu, perusahaan dengan kode saham KPAL itu membangun kapal anchor handling tug supply (AHTS), kapal landing craft tank (LCT), dan kapal patroli.

Saat ini, perseroan tengah fokus untuk menyelesaikan tujuh pesanan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Jumlah tersebut merupakan bagian dari pesanan 6 kapal latih dan 7 kapal perintis.

Direktur Utama Steadfast Marine Rudy Kurniawan Logam mengungkapkan penyelesaian kapal diharapkan terealisasi pada Juli 2018.

Sudah ada dua unit kapal perintis yang diserahkan ke Kemenhub. Kedua kapal tersebut merupakan kapal perintis tipe 1.200 GT, sedangkan 5 kapal yang masih dikerjakan bertipe 2.000 GT.

Di sisi lain, harga saham Steadfast Marine tercatat naik 69,57% ke level 195 per saham dalam pembukaan perdagangan Jumat (8/6). Perseroan mencatatkan 992.170.000 lembar saham yang terdiri dari 642.167.000 lembar saham pendiri dan 350.003.000 lembar saham penawaran umum.

Tag : steadfast marine
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top