IHSG Terpeleset ke Zona Merah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah setelah sempat berhasil rebound pada awal perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018).
Renat Sofie Andriani | 31 Mei 2018 09:49 WIB
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah setelah sempat berhasil rebound pada awal perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018).

IHSG rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,44% atau 26,21 poin di level 6.037,26. Namun, pergerakannya berbalik ke zona merah dan turun 0,42% ke level 5.985,57 pada pukul 09.45 WIB. Pada perdagangan Rabu (30/5), IHSG berakhir melemah 0,94% atau 57,27 poin di level 6.011,05.

Rebound IHSG sebelumnya ditopang penguatan delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG, dengan support utama sektor tambang (+1,69%) dan konsumer (+0,69%). Adapun sektor aneka industri turun 0,14%.

Sejalan dengan indeks Bisnis27 rebound saat dibuka dengan penguatan 0,70% atau 3,67 poin di posisi 529,50. Penguatannya terkikis menjadi 0,41% atau 2,18 poin ke level 528,01 pada pukul 09.08 WIB.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia Tenggara terpantau juga menguat pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,60%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,55%), dan indeks PSEi Filipina (+0,74%) pada pukul 09.08 WIB.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,38% dan 0,47%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,56% dan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,66%.

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Asia rebound mengikuti penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) bersama imbal hasil obligasi AS saat investor berpandangan bahwa reaksi pasar terhadap gejolak politik Italia telah berlebihan.

Indeks MSCI Asia Pacific berhasil rebound setelah menyentuh level terendahnya sejak Februari pada perdagangan Rabu (30/5) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pergolakan politik di Italia. Saham finansial pada acuan regional naik, serta mendorong imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun kembali menembus 2,84%.

Meskipun kemerosotan pada obligasi Italia yang membebani aset berisiko global telah mereda, prospek pemilihan umum dini di Italia - yang secara efektif dapat menjadi referendum – tetap menghantui.

Kekhawatiran itu menambah daftar sentimen negatif yang meliputi kekuatan ekonomi global, Korea Utara, dan memanasnya tensi perdagangan.

“Kita akan dipenuhi dengan ketidakpastian yang luar biasa selama musim panas,” David Ader, kepala strategi makro di Informa Financial Intelligence, kepada Bloomberg Television. “Saya melihat banyak ketidakpastian, yang menghasilkan banyak volatilitas.”

Dari dalam negeri, sentimen pendukung rebound IHSG adalah langkah penaikan suku bunga acuang BI 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRRR) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan Bank Indonesia. Kemarin, BI memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,75%.

Seperti diketahui, BI telah memutuskan menaikkan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5% pada pertemuan kebijakan tanggal 17 Mei. Penaikan suku bunga acuan dilakukan untuk merespons kondisi nilai tukar rupiah.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan (pukul 09.07 WIB):

BMRI

+2,07%

HMSP

+1,05%

BBCA

+0,77%

BBRI

+0,96%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan (pukul 09.07 WIB):

INTP

-2,64%

INDF

-1,78%

KLBF

-0,73%

TPIA

-0,43%


Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top