IHSG Sukses Perpanjang Reli Jelang Akhir Pekan

Reli Indeks Harga Saham Gabungan sukses berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Jumat (25/5/2018), mengabaikan tensi geopolitik yang melanda pasar Asia.
Renat Sofie Andriani | 25 Mei 2018 17:27 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Reli Indeks Harga Saham Gabungan sukses berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Jumat (25/5/2018), mengabaikan tensi geopolitik yang melanda pasar Asia.

IHSG ditutup menguat 0,49% atau 29,20 poin di level 5.975,74, setelah dibuka dengan kenaikan 0,18% atau 10,89 poin di level 5.957,43.

Dengan demikian, indeks telah membukukan kenaikan sebesar 4,17% selama empat hari perdagangan berturut-turut sejak berakhir melemah 0,86% atau 49,46 poin di posisi 5.733,85 pada perdagangan Senin (21/5/2018). 

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.949,52 – 6.003,24. Dari 583 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 178 saham menguat, 196 saham melemah, dan 209 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar (+1,23%) dan finansial (+0,95%). Adapun sektor infrastruktur dan pertanian masing-masing turun 0,62% dan 0,23%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat pada perdagangan hari keempat berturut-turut. Indeks Bisnis-27 hari ini berakhir menguat 0,98% atau 5,06 poin di level 521,38, setelah dibuka dengan kenaikan 0,29% atau 1,50 poin di posisi 517,82.

Indeks saham lain di Asia Tenggara terpantau variatif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,44%), indeks FTSE Malay KLCI (-1,22%), indeks SE Thailand (-0,20%), dan indeks PSEi Filipina (-0,07%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix Jepang turun 0,22%, sedangkan Nikkei 225 mampu naik tipis 0,06%. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,56%, sementara indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing ditutup turun 0,42% dan 0,28%.

Secara keseluruhan, bursa Asia melemah pada perdagangan hari ini menuju penurunan mingguan keduanya, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kabar ini memicu aksi penghindaran risiko secara global.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan IHSG tidak terpengaruh oleh batalnya pertemuan AS dan Korut yang menambah tensi geopolitik.

Dipaparkan, pelaku pasar global mencermati isi surat Presiden AS Donald Trump yang beredar luas di media tentang sikap Trump yang seolah memberi ancaman ke pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Ketegangan tersebut berimplikasi pada ketidakpastian perdamaian di semenanjung Korea yg berisiko mengganggu ekspor beberapa negara di Asia.

“[Namun] pelaku pasar di Indonesia lebih mencermati arah riil kebijakan gubernur BI yang baru dan spekulasi kenaikan bunga acuan Fed Rate pada Juni mendatang,” ungkap Bhima.

Kepada awak media di Jakarta hari ini, seperti dilansir dari Bloomberg, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan komitmen BI untuk memperkuat stabilitas dan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait langkah yang bertujuan meredakan aksi jual mata uang.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berhasil memperpanjang apresiasinya dengan ditutup menguat 8 poin atau 0,06% di Rp14.125 per dolar AS hari ini, setelah berakhir menguat 0,53% atau 76 poin di posisi 14.133 pada Kamis (24/5).

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,89

BBRI

+1,96

BBNI

+3,91

INKP

+4,92

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

UNVR

-2,70

TPIA

-2,52

PGAS

-4,15

FREN

-11,82

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top