Gubernur Baru Bank Indonesia, Ini Harapan Bos BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta kepada Bank Indonesia (BI) untuk memberi penjelasan terkait kondisi ekonomi saat ini.
Tegar Arief | 25 Mei 2018 01:25 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio (tengah) memberikan penjelasan mengenai kondisi pasar modal, di Jakarta, Kamis (26/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta kepada Bank Indonesia (BI) untuk memberi penjelasan terkait kondisi ekonomi saat ini.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, ada dua hal yang diharapkan pasar terhadap pelantikan Gubernur BI yang baru. Pertama, otoritas moneter harus menunjukkan wibawa kepada publik.

"Harus berbicara kepada publik dan mengkonfirmasi bahwa fundamental tidak lemah. Ekonomi tidak ada problem dan nilai tukar rupiah kuat," kata dia di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Kedua, otoritas fiskal juga harus melakukan hal yang sama yakni memberi penjelasan kepada publik bahwa APBN cukup kuat untuk membayar semua kewajiban.

Jika otoritas moneter da otoritas fiskal bisa melakukan hal itu dengan baik, sambungnya, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah akan terkikis.

Selain itu, Tito juga meminta kepada BI untuk tidak menggulirkan isu mengenai redenominasi rupiah. Menurutnya, rencana itu justru menunjukkan pesimisme pemerintah.

"Kalau mau seperti itu berarti sudah yakin ekonomi ke depan lebih buruk. Seharusnya yakin ekonomi ke depan lebih baik jadi rencana itu tidak perlu digulirkan," ujarnya.

Tag : bei
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top