China Intervensi Dinginkan Harga Batu Bara, Indeks Shanghai Melorot

Pergerakan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), di tengah pesimisme seputar diskusi perdagangan antara pemerintah negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 23 Mei 2018 16:37 WIB
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), di tengah pesimisme seputar diskusi perdagangan antara pemerintah negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).

Indeks Shanghai Composite ditutup melorot 1,41% atau 45,39 poin di level 3.168,96, setelah dibuka turun 0,28% atau 8,91 poin di posisi 3.205,44.

Di sisi lain, indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melorot 1,32% atau 51,63 poin di level 3.854,58, setelah dibuka turun 0,20% atau 7,94 poin di posisi 3.898,27.

Dilansir dari Reuters, investor bersikap hati-hati menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang menyurutkan optimisme atas kemajuan yang dibuat sejauh ini dalam diskusi perdagangan antara AS dan China.

Pada Selasa (22/5/2018) waktu setempat, Trump menyatakan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan baru-baru ini antara Amerika Serikat dan China, sehingga mengeruhkan sentimen pasar yang sebelumnya membaik.

Komentarnya muncul justru setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin selama akhir pekan menyatakan bahwa baik AS dan China memutuskan menangguhkan perang dagang serta sepakat mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

“Tensi perdagangan antara China dan AS telah mereda, meskipun tidka mungkin akan benar-benar menjadi akhir tensi antara kedua negara,” ujar Yifan Hu, regional chief investment officer Greater China, dan chief China Economist UBS Wealth Management, seperti dikutip Reuters.

Sektor-sektor utama melemah, dipimpin perusahaan energi. Indeks yang melacak perusahaan energi utama turun 4,2%, dengan penambang batu bara mencatatkan penurunan terbesar.

Menurut sumber Reuters, pemerintah China memerintahkan utilitas pekan ini untuk menghentikan penimbunan batu bara termal serta meminta para penambang untuk memangkas harga.

Ini menjadi langkah intervensi langsung pertama pemerintah untuk mendinginkan harga batu bara sejak pertengahan 2016.

“Reli dalam harga batu bara telah mendorong pemerintah melancarkan sejumlah langkah untuk menurunkan harga,” kata Zhang Min, seorang analis batu bara dengan Sublime Information.

Dilansir dari Reuters, saham dengan persentase penurunan terbesar pada indeks Shanghai adalah Inly Media Co Ltd (-10,02%), diikuti Yanzhou Coal Mining Co Ltd (-9,95%) dan Hunan Salt Industry Co Ltd (-8,1%). 

Tag : batu bara, bursa china
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top