CLEO Incar Penjualan Rp1 Triliun

Emiten barang-barang konsumsi, PT Sariguna Primatirta Tbk. mengincar pertumbuhan penjualan hingga 62% hingga akhir 2018 atau menjadi Rp1 triliun.
Novita Sari Simamora | 20 Mei 2018 17:34 WIB
PT Sariguna Primatirta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten barang-barang konsumsi, PT Sariguna Primatirta Tbk. mengincar pertumbuhan penjualan hingga 62% hingga akhir 2018 atau menjadi Rp1 triliun.

Pada kuartal I/2018, emiten bersandi saham CLEO ini telah membukukan penjualan senilai Rp162,59 miliar, atau masih 16,25% dari target yang ditetapkan perseroan. CLEO optimistis penjualan menjelang Lebaran bakal mendongkrak kinerja perseroan.

Sekretaris Perusahaan Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso Wong mengungkapkan, pada April 2018, atau sebelum Lebaran, pihak distributoor dan outlet telah memperbesar buffer stok sehingga realisasi penjualan lebih tinggi daripada saat Lebaran.

"Pertengan Mei telah memasuki bulan puasa dan Juni banyak hari libur, sehingga diperkirakan penjualan pada moment Lebaran tidak mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya," tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (20/5/2018).

Di sisi lain, CLEO juga mengalokasikan belanja modal senilai Rp200 miliar untuk pembelian tanah dan bangunan, mesin-mesin dan peralatan pabrik, armada kendaraan dan investasi galon kosong. Dia mengatakan, perseroan akan mengoperasian pabrik Ngoro dan pabrik Kendari.

Adapun jumlah kapasitas produksi untuk pabrik baru di Ngoro adalah 250 juta liter dan untuk pabrik di Kendari sebesar 150 juta liter. Selain itu, emiten ini akan melakukan perluasan pabrik di Pandaan dengan menambah kapasitas produksi sebesar 250 juta liter.

Hingga Maret 2018, nilai penjualan CLEO mencapai Rp162,59 miliar, naik 16,9% dari posisi Rp138,97 miliar dari posisiMaret 2017. Di sisi lain, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp12,56 miliar, naik 44,5% year on year.

Komposisi penjualan CLEO dari sisi geografis, dominan berada di Jawa Timur per Maret 2018 senilai Rp91,34 miliar. Provinsi lain yang banyak kegiatan operasional CLEO adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali dan Sumatra Utara masing-masing senilai Rp26,82 miliar, Rp11,94 miliar, Rp8,66 miliar dan Rp8,11 miliar.

Provinsi lain yang juga berkontribusi terhadap penjualan CLEO adalah Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing senilai Rp5,6 miliar, Rp6,33 miliar dan Rp3,74 miliar.

Per akhir 2017, perseroan telah memiliki cabang penjualan sebanyak 80 unit, dengan jumlah jaringan distribusi eksternal sebanyak 120 unit. Dengan memperluas distribusi, manajemen menargetkan produk Cleo dapat lebih dijangkau konsumen.

Selain menambah kapasitas pabrik, strategi lain yang dilakukan CLEO pada tahun ini adalah menambah jumlah jaringan distribusi internal melalui PT Sentralsari Primasentosa (perusahaan afiliasi), menambah jumlah jaringan distribusi eksternal, menambah armada distribusi dan melakukan event serta branding armada baru.

 

Tag : emiten
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top