Penjualan Produk Digital Melesat, Pendapatan Kioson (KIOS) Melonjak

Direktur Utama Kioson Komersial Jasin Halim mengungkapkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan tersebut berasal dari kontribusi penjualan pada pihak tertentu yang mengambil porsi sekitar 10% dari total penjualan bersih, serta penjualan produk digital yang mencapai Rp654,77 miliar atau meningkat 5.282,51% (yoy).
Dara Aziliya | 02 Mei 2018 18:55 WIB
Dirut BEI Tito Sulistio (tengah) berbincang dengan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan (kanan) dan Direktur Utama dan Co-Founder Kioson Jasin Halim saat pengumuman pencatatan saham perdana (IPO) PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson) di Jakarta Kamis (5/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia teknologi jasa online-to-offline (O2O) PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp658,31 miliar sepanjang Januari—Maret 2018. Pencapaian tersebut melonjak 3.574,73% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, kenaikan pendapatan emiten dengan kode saham KIOS tersebut berdampak pada kenaikan laba bersih perseroan yang mencapai 186,84% selama kuartal I/2018 menjadi Rp2,41 miliar.

Direktur Utama Kioson Komersial Jasin Halim mengungkapkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan tersebut berasal dari kontribusi penjualan pada pihak tertentu yang mengambil porsi sekitar 10% dari total penjualan bersih, serta penjualan produk digital yang mencapai Rp654,77 miliar atau meningkat 5.282,51% (yoy).

“KIOS juga berupaya mengembangkan jaringan untuk memperkuat penetrasi pasar dengan menambah jumlah mitra. Tercatat sampai dengan akhir bulan Maret 2018, jumlah mitra Kioson telah mencapai 35.000 mitra,” ungkap Jasin di Jakarta, Rabu (2/5).

Jasin menegaskan penambahan mitra perseroan sangat agresif. Sejak Januari 2018, jumlah mitra kios telah mengalami peningkatan rata-rata sebanyak 1.500 mitra per bulan. Selain fokus pada pengembangan jaringan, perseroan menjajaki produk-produk yang permintaannya tinggi.

Berdasarkan catatan perseroan, saat ini fitur yang paling tinggi permintaanya terutama di daerah adalah transaksi jual beli pulsa, pembayaran produk digital, dan PPOB. Ke depan, perseroan akan meluncurkan produk-produk lain sesuai kebutuhan pelanggan.

Pada awal tahun ini, Kioson telah menjalin kerjasama dengan Pos Indonesia khususnya di bidang layanan logistik yang dikenal dengan nama Agen KIOS-POS yang diresmikan pada bulan Februari 2018.vLayanan ini memungkinkan masyarakat di daerah bisa menikmati jasa kurir pengiriman barang dan pembayaran di warung-warung terdekat.

Selain itu, Kioson juga tengah mengembangkan fitur layanan baru berupa top up uang elektronik melalui kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam TAP CASH. Kerja sama tersebut memungkinkan transaksi pembelian di warung Kios dibayarkan melalui Tap Cash.

Tahun ini, Jasin optimistis perseroan dapat membukukan pendapatan yang lbih tinggi dari tahun lalu. Pada 2017, perseroan baru saja mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi dan perusahaan tersebut saat ini merupakan kontributor utama pendapatan KIOS.

“Tahun lalu, Narindo berkontribusi hanya pada kuartal IV, mencapai Rp1 triliun. Tahun ini capaiannya bisa empat kali lipat,” ungkap Jasin.

 

Tag : kinerja emiten, Kioson
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top