Optimisme KTT Korut-Korsel, Indeks Kospi Ditutup Menguat

Indeks Kospi berakhir menguat 0,68% atau 16,76 poin ke level 2.492,4, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,89% atau 22,11 poin ke level 2.497,75.
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 April 2018 15:32 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Kospi Korea Selatan berakhir melanjutkan penguatannya hari kedua berturut-turut pada perdagangan hari ini, Jumat (27/4/2018).

Indeks Kospi berakhir menguat 0,68% atau 16,76 poin ke level 2.492,4, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,89% atau 22,11 poin ke level 2.497,75.

Indeks melanjutkan penguatannya hari kedua setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (26/4) indeks berakhir rebound 1,1% atau 26,83 poin ke level 2.475,64.

Sebanyak 343 saham menguat, 349 saham melemah, dan 78 saham stagnan dari 770 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Sejumlah saham terpantau menopang pergerakan Kospi pada akhir perdagangan hari ini, di antaranya KR Motors Co. Ltd. yang menguat 0,75%, disusul saham Woori Bank yang naik 0,31%.

Di sisi lain, saham SK Chemicals CO. Ltd. yang melemah 2,38% dan Cuckoo Homesys Co. Ltd yang turun 1,37% berada di antara saham yang bergerak negatif dan membebani indeks Kospi.

Dilansir Reuters, bursa saham Korea didukung oleh optimisme di saat pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi pertama dalam 10 tahun terakhir.

"Pelonggaran ketegangan dan kemungkinan perjanjian damai menanti dan menjadi sentimen bullish untuk won dan Kospi," kata Mingze Wu dari INTL FCStone Ltd di Singapura, seperti dikutip Reuters.

Sejalan dengan indeks Kospi, nilai tukar won berakhir menguat 4,15 poin atau 0,38% ke level 1.076,7 won per dolar AS.

 

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

27/4/2018

2.492,4

+0,68%

26/4/2018

2.475,64

+1,1%

25/4/2018

2.448,81

-0,62%

24/4/2018

2.464,14

-0,4%

23/4/2018

2.474,11

-0,09%

 Sumber: Bloomberg

Tag : bursa korsel
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top