Keyakinan Konsumen AS Naik, Harga Karet Rebound

Harga karet rebound dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (25/4/2018), di tengah depresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 25 April 2018 15:11 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet rebound dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (25/4/2018), di tengah depresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Harga karet untuk pengiriman September 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,48% atau 0,90 poin di level 188,80 yen per kilogram (kg), membalik pelemahan yang dialami pada sesi perdagangan sebelumnya.

Karet mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,05% atau 0,10 poin di posisi 188 pagi tadi. Pada perdagangan Selasa (24/4), harga komoditas ini berakhir melemah 0,48% di level 187,90 poin.

Menurut Naohiro Niimura, mitra di perusahaan riset Market Risk Advisory, pelemahan yen mendorong aksi beli terhadap karet.

Nilai tukar yen hari ini terpantau lanjut melemah 0,31% atau 0,34 poin ke posisi 109,15 per dolar AS pada pukul 13.56 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,09% di posisi 108,81 kemarin. Dengan demikian, yen telah melemah untuk hari keenam berturut-turut.

Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Pelemahahan yen memberikan angin segar bagi karet dan dapat mengangkat harga komoditas ini dengan adanya potensi peningkatan permintaan dari pembeli.

“Tingkat keyakinan konsumen AS yang lebih baik dari ekspektasi juga memberikan dukungan. Meski demikian, penguatan [harga karet] dibatasi lemahnya ekuitas yang memicu penjualan,” lanjut Niimura, seperti dikutip Bloomberg.

Tingkat keyakinan konsumen AS pada bulan April secara tidak terduga meningkat ke level tertinggi kedua sejak tahun 2000, saat optimisme warga Amerika tumbuh lebih besar baik tentang kondisi saat ini maupun prospek ekonomi, menurut data Conference Board.

Indeks Keyakinan naik ke posisi 128,7, lebih tinggi dari prediksi sebesar 126 maupun level yang dicapai pada Maret yakni 127.

Di sisi lain, pergerakan bursa saham Asia pada perdagangan hari ini melemah mengikuti bursa AS, seiring kekhawatiran tentang prospek laba yang membebani saham industri dan teknologi.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun stabil setelah menembus level 3%, untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

25/4/2018

188,80

+0,48%

24/4/2018

187,90

-0,48%

23/4/2018

188,80

+0,91%

20/4/2018

187,10                             

0%

19/4/2018

187,10

+2,63%

Sumber: Bloomberg

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup