Dolar AS Flat di Tengah Risiko Berkepanjangan Trump

Indeks dolar AS terpantau bergerak flat pada perdagangan siang ini, Kamis (19/4/2018), setelah mampu menguat pada sesi perdagangan sebelumnya ditopang kenaikan yield Treasury AS bertenor jangka panjang akibat membaiknya daya tarik aset berisiko.
Renat Sofie Andriani | 19 April 2018 12:42 WIB
Dollar AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS terpantau bergerak flat pada perdagangan siang ini, Kamis (19/4/2018), setelah mampu menguat pada sesi perdagangan sebelumnya ditopang kenaikan yield Treasury AS bertenor jangka panjang akibat membaiknya daya tarik aset berisiko.

Pergerakan indeks dolar terbatas mengingat jangkauan kenaikan oleh yield Treasury bertenor 10 tahun, yang naik lebih dari 5 basis poin semalam, lonjakan harian terbesar sejak 2 Maret. Di sisi lain, tetap terdapat kekhawatiran seputar tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,009 poin atau 0,01% ke level 89,614 pada pukul 11.34 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka turun hanya 0,002 poin di posisi 89,621 setelah pada perdagangan Rabu (18/4) ditutup menguat 0,12% atau 0,107 poin di posisi 89,623.

“Dolar, terutama terhadap yen, telah mulai membangun kembali korelasi dengan perbedaan yield yang melebar bulan ini," kata Junichi Ishikawa, senior FX strategist di IG Securities di Tokyo.

“Sementara selisih antara yield AS dengan yield di Jepang dan zona Eropa terus melebar, dolar tidak dapat mengambil keuntungan penuh akibat 'risiko Trump' yang berkepanjangan,” lanjut Ishikawa, dikutip Reuters.

Ia merujuk pada ketidakpastian dari kebijakan perdagangan dan ekonomi Presiden AS Donald Trump, serta kondisi geopolitik di Timur Tengah dan di wilayah lain. Kebuntuan tarif perdagangan AS-China telah meningkatkan volatilitas di pasar keuangan selama sebulan terakhir.

Sementara itu, perbedaan pandagangan atas tingkat suku bunga telah mendorong selisih antara yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun AS dan Jerman di atas 230 basis poin, tertinggi sejak akhir Desember 2016.

Mata uang euro telah melemah ke level terendah dalam 14 tahun, terakhir kali selisih yield berada pada lebar saat ini namun relatif kebal terhadap melebarnya selisih yield saat ini.

Selisih tersebut telah meningkat lebih dari 30 basis poin selama tiga bulan terakhir, tetapi mata uang bersama itu telah bergerak dalam kisaran US$1,2556- US$1,2154 yang relatif sempit.

Posisi indeks dolar AS                                       

19/4/2018

(Pk. 11.34 WIB)

89,614

(-0,01%)

18/4/2018

89,623

(+0,12%)

17/4/2018

89,516

(+0,10%)

16/4/2018

89,425

(-0,42%)

13/4/2018

89,800

(+0,05%)

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top