Harga Batu Bara Anjlok Saat Minyak Pulih

Harga batu bara tergelincir dan anjlok lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (17/4/2018), setelah berhasil membukukan rebound pada sesi perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 18 April 2018 07:44 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara tergelincir dan anjlok lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (17/4/2018), setelah berhasil membukukan rebound pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Juli 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, anjlok 2,52% atau 2,15 poin dan ditutup di posisi US$83,05/metrik ton.

Padahal pada perdagangan Senin (16/4), harga batu bara kontrak Juli mampu rebound dan berakhir menguat 1,55% di posisi 85,20.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah mampu rebound dan berakhir positif pada perdagangan Selasa (17/4), setelah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS dan pasokan di pusat penyimpanan terbesar negara menurun.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei ditutup menguat 0,45% di level US$66,52 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk pengiriman Juni berakhir naik 0,16 poin di level US$71,58 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah AS jatuh 1,05 juta barel pekan lalu. Adapun persediaan minyak di Cushing, Oklahoma menurun untuk pertama kalinya sejak awal Maret.

"Ini menunjukkan keseimbangan permintaan dan pasokan di AS yang bullish, meskipun adanya rekor produksi," kata Kyle Cooper, direktur penelitian di IAF Advisors di Houston, seperti dikutip Bloomberg. "Juga keseimbangan pasokan-permintaan yang bullish secara global untuk minyak bumi dan yang biasanya cenderung mendukung pasar."

Penguatan harga turut didukung optimisme bahwa pertemuan produsen pada Jumat akan berujung pada perpanjangan kesepakatan OPEC, setelah Kuwait berkomentar bahwa produsen akan membahas memperpanjang kesepakatan mereka untuk mengurangi output hingga 2019.

Menteri-menteri energi dari Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Oman, Aljazair, Kuwait dan lainnya akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi nanti di Jeddah, menurut sumber terkait.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juli 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

17 April

83,05

(-2,52%)

16 April

85,20

(+1,55%)

13 April

83,90

(-0,19%)

12 April

84,05

(-0,24%)

11 April

84,25

(+1,20%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top