Pasar Cermati Dampak Serangan ke Suriah, Dolar AS Turun Tipis

Dolar AS terkoreksi terhadap yen Jepang pada perdagangan siang ini, Senin (16/4/2018), saat pasar mencermati dampak serangan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat (AS) dan aliansinya akhir pekan kemarin.
Renat Sofie Andriani | 16 April 2018 14:25 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS terkoreksi terhadap yen Jepang pada perdagangan siang ini, Senin (16/4/2018), saat pasar mencermati dampak serangan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat (AS) dan aliansinya akhir pekan kemarin.

Meski demikian, koreksi dolar AS terlihat terbatas mengingat aksi militer tersebut tidak menyebabkan penghindaran aset berisiko yang meluas.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melandai 0,05% atau 0,042 poin ke level 89,758 pada pukul 13.43 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka turun hanya 0,004 poin di posisi 89,800 setelah pada perdagangan Jumat (13/4) ditutup naik 0,05% atau 0,049 poin di posisi 89,800.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau terapresiasi 0,08% atau 0,09 poin ke level 107,26 per dolar AS pada pukul 13.54 WIB, setelah berakhir melemah tipis 0,02% atau 0,02 poin di posisi 107,35 pada perdagangan Jumat.

Pada Sabtu (14/4/2018) waktu setempat, AS, Perancis, dan Inggris meluncurkan rudal dengan target fasilitas senjata kimia di Suriah. Aksi ini dilakukan sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun pada 7 April.

Trump kemudian mengisyaratkan bahwa tidak akan ada tindak militer lanjutan, dengan menyatakan misi selesai setelah serangan tersebut. Bagaimanapun masih ada kekhawatiran tentang potensi reaksi Rusia terhadap sanksi ekonomi baru dari pemerintah AS.

Meskipun pemintaan untuk yen sebagai aset safe haven biasanya terdorong pada masa ketegangan politik dan gejolak pasar, penurunan dolar AS terhadap mata uang Jepang ini terbatas.

“Reaksi dalam mata uang terbatas karena Presiden Trump telah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu tentang kemungkinan serangan terhadap Suriah, sekaligus memberi waktu yang cukup bagi para spekulan untuk bersiap-siap,” ujar Yukio Ishizuki, pakar strategi valas senior di Daiwa Securities.

Menurutnya, banyak spekulan menunjukkan kurangnya respons terhadap faktor-faktor pendukung yen akhir-akhir ini, setelah Bank of Japan menjelaskan tidak akan menormalkan kebijakan dalam waktu segera.

“Ini berlaku untuk faktor domestik juga, seperti turunnya peringkat dukungan untuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe,” tambah Ishizuki, dikutip Reuters.

Tingkat dukungan untuk Perdana Menteri Shinzo Abe, yang tersandung tuduhan kronisme dan penutupan fakta, turun menjadi 26,7% dalam survei oleh televisi swasta Nippon TV yang dirilis pada hari Minggu (15/4), level terendah sejak Abe menjabat pada Desember 2012.

Posisi indeks dolar AS                                       

16/4/2018

(Pk. 13.43 WIB)

89,758

(-0,05%)

13/4/2018

89,800

(+0,05%)

12/4/2018

89,751

(+0,20%)

11/4/2018

89,568

(-0,02%)

10/4/2018

89,587

(-0,28%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top