Indosat (ISAT) Naikkan Emisi Obligasi Menjadi Rp2,72 Triliun

PT Indosat Tbk. memutuskan meningkatkan target emisi dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 dari semula Rp2 triliun menjadi Rp2,72 triliun.
Emanuel B. Caesario | 16 April 2018 22:53 WIB
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusat PT Indosat Tbk. - Indosat

Bisnis.com, JAKARTA—PT Indosat Tbk. memutuskan meningkatkan target emisi dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 dari semula Rp2 triliun menjadi Rp2,72 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, emiten dengan kode saham ISAT tersebut telah menuntaskan masa penawaran dan menetapkan besaran emisi tiap seri dari 5 seri surat utang ini beserta tingkat kuponnya.

Seri A diterbitkan senilai Rp1,21 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,05% per tahun, berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Seri B diterbitkan senilai Rp630 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,40% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri C senilai Rp98 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% per tahun dan tenor 5 tahun. Seri D Rp266 miliar dengan bunga 8,20% per tahun dan tenor 7 tahun. Seri E Rp516 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,70% per tahun dan tenor terpanjang, yakni 10 tahun.

Obligasi ini memiliki peringkat idAAA dari Pefindo dan AAA(idn) dari Fitch Ratings, dan tidak memiliki jaminan khusus. Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek yakni BCA Sekuritas, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Indo Premier Sekuritas dalam informasi penawaran awal menyebut ada beberapa hal yang menjadi keunggulan Indosat seerti reputasi sebagai perusahaan operator dengan layanan telekomunikasi lengkap, jaringan seluler dan basis pelanggan yang lengkap, arus kas yang kuat, manajemen yang baik, dan dukungan pemegang saham yang kuat.

ISAT mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,8% menjadi Rp1,1 triliun pada tahun lalu. Kenaikan kinerja finansial tersebut terdorong oleh pertumbuhan industri telekomunikasi, sekaligus kreativitas perseroan menciptakan produk-produk baru.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, ISAT berhasil membukukan pendapatan konsolidasian perusahaan sebesar Rp29,9 triliun atau meningkat 2,5% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan konsolidasian tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10% dan seluler sebesar 1,7%. Perusahaan fokus pada strategi dan program transformasi operasional dan organisasi selama 2017.

Obligasi Berkelanjutan II Indosat memiliki target emisi total Rp9 triliun. Pada emisi tahap pertama dan kedua tahun lalu, ISAT telah menerbitkan masing-masing Rp2,7 triliun dan Rp2,72 triliun. Dengan demikian, masih tersisa Rp3,58 triliun lagi dari plafon emisinya Rp9 triliun.

Emisi PUB Obligasi Berkelanjutan II Tahap III ini sudah memperoleh pernyataan efektif pada 23 Mei 2017. Masa penawaran umum akan digelar pada 26 hingga 27 April 2018 dan selanjutnya penjatahan pada 30 April 2018. Distribusi secara elektronik ditargetkan pada 3 Mei 2018 dan keesokan harinya pencatatan di bursa.

Tag : Obligasi, indosat
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top