Thailand Pertimbangkan Upaya Pacu Harga, Karet Sukses Berakhir Menguat

Harga karet berhasil membalikkan pelemahannya dan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018), seiring kabar upaya Thailand untuk mendorong harga komoditas itersebut
Renat Sofie Andriani | 28 Maret 2018 14:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil membalikkan pelemahannya dan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018), seiring kabar upaya Thailand untuk mendorong harga komoditas tersebut.

Harga karet untuk pengiriman September 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,61% atau 1,10 poin di level 180,20 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga karet dibuka di zona merah dengan turun 0,06% atau 0,10 poin di level 179 yen per kg. Pada perdagangan Selasa (27/3) harga karet untuk kontrak Agustus 2018 berakhir menguat 1,64% atau 2,90 poin di level 179,40 yen per kilogram (kg).

Dilansir Bloomberg, Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak menginstruksikan kementerian pertanian dan perdagangan serta Otoritas Karet Thailand untuk bekerja sama dengan eksportir utama lainnya demi mendorong harga karet.

Dalam suatu kesempatan di Bangkok, Jatusripitak menyatakan pemerintah dalam hal ini terbuka untuk semua opsi termasuk membeli karet ataupun menghentikan aktivitas penyadapan karet.

Turut menopang karet, nilai tukar yen terpantau melemah 0,30% atau 0,32 poin ke posisi 105,66 per dolar AS pada pukul 13.52 WIB, setelah berakhir terapresiasi tipis 0,07% di posisi 105,34 pada perdagangan Selasa (27/3).

Seperti diketahui, pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi meningkat.

Karet sebelumnya sempat terbebani aksi jual investor akibat kekhawatiran tentang permintaan yang melesu.

“Ini terjadi apabila meningkatnya tensi perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) menyebabkan perlambatan pada pertumbuhan ekonomi global,” ujar Naohiro Niimura, mitra di perusahaan riset Market Risk Advisory.

Penguatan karet turut tertahan pelemahan pada pasar ekuitas yang berdampak negatif untuk harga komoditas ini.

Indeks Nikkei 225 hari ini berakhir melorot 1,34% atau 286,01 poin di level 21.031,31, setelah dibuka dengan pelemahan 1,99% atau 424,27 poin di posisi 20.893,05.

Pemerintahan Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan tindakan keras terhadap investasi China dalam teknologi yang dinilai sensitif oleh AS. Ini adalah langkah terbaru dalam rencana Trump untuk menindak China atas pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Pelemahan bursa saham di Asia juga mengikuti bursa AS, setelah aksi jual saham teknologi mendorong investor mencermati ancaman terhadap pertumbuhan laba industri tersebut yang telah mendorong reli tahun lalu.

Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg diperkirakan akan menyampaikan testimoninya di hadapan Komite Energi dan Perdagangan DPR AS, seiring tumbuhnya kekhawatiran para pembuat kebijakan tentang perlindungan privasi.

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

28/3/2018

180,20

+0,61%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top