Rekomendasi Obligasi: Sentimen Perang Dagang Reda, SUN Berpotensi Menguat

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan berpeluang untuk mengalami penguatan didukung oleh faktor hasil lelang penjualan SUN yang diadakan kemarin serta meredanya sentimen global berkaitan dengan kekhawatiran atas perang dagang.
Emanuel B. Caesario | 28 Maret 2018 09:37 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018) harga Surat Utang Negara atau SUN akan berpeluang untuk mengalami penguatan didukung oleh faktor hasil lelang penjualan SUN yang diadakan kemarin serta meredanya sentimen global berkaitan dengan kekhawatiran atas perang dagang.

I Made Adi Saputra fixed income analyst MNC Sekuritas mengatakan bahwa meskipun berpotensi meningkatkan, kenaikan harga di pasar sekunder pada perdagangan hari ini akan dibatasi oleh peluang melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di tengah menguatnya dolar Amerika terhadap mata uang utama dunia.

Sementara itu imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun pada perdagangan kemarin ditutup turun pada level 2,788% setelah koreksi besar yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat mendorong investor untuk menempatkan dananya pada safe haven asset.

Penurunan imbal hasil dari US Treasury tersebut juga diikuti oleh penurunan imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dengan tenor 10 tahun dan surat utang Inggris (Gilt) dengan tenor 10 tahun masing masing di level 0,499% dan 1,41%.

"Penurunan imbal hasil surat utang global tersebut kami perkirakan akan berdampak positif terhadap pasar Surat Utang Negara terutama pada Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dolar Amerika," kata Made dalam riset hariannya, Rabu (28/3/2018).

Adapun secara teknikal, harga SUN dengan tenor pendek dan menengah masih berada pada tren kenaikan, sehingga masih terbuka peluang untuk mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, SUN dengan tenor panjang secara teknikal cenderung bergerak mendatar (sideways) dengan kecenderungan untuk beberapa seri yang begerak pada tren kenaikan terutama untuk tenor 10 dan 15 tahun.

"Dengan pertimbangan beberapa faktor di atas, maka kami merekomendasikan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder dengan memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika," tulis Made.

"Menjelang berakhirnya sesi perdagangan di kuartal I 2018, kami perkirakan pelaku pasar akan berusaha untuk menjaga portofolio mereka sehingga akan berdampak positif terhadap pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder," lanjutnya.

Adapun, beberapa seri Surat Utang Negara yang cukup menarik untuk diperdagangkan di antaranya adalah seri FR0069, FR0031, FR0056, FR0059, FR0058, FR0074, FR0068 dan FR0072.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top