EMITEN PARIWISATA: Destinasi Tirta Nusantara Kantongi Pendapatan Rp507 Miliar pada 2017

Emiten pariwisata PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. mencatatkan pendapatan sebesar Rp507 miliar sepanjang 2017 naik tipis dari Rp503 miliar pada 2016.
Emanuel B. Caesario | 27 Maret 2018 18:48 WIB
Panorama Destination

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pariwisata PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. mencatatkan pendapatan sebesar Rp507 miliar sepanjang 2017 naik tipis dari Rp503 miliar pada 2016.

Namun begitu, laba kotor emiten dengan kode saham PDES ini  mengalami lonjakan kenaikan sebesar 26% atau sebesar Rp143 miliar.

Manajemen perseroan mengungkapkan bahwa hal ini dikarenakan penjualan produk dengan margin yang lebih tebal, dari long-haul dan mid-haul market (Eropa, Asia Selatan), dan juga kontribusi dari dukungan armada yang dimiliki oleh perseroan.  

Pada 2017 lalu, target kedatangan wisman ke Indonesia hanya mencapai 14 juta, meleset dari target yang ditetapkan yaitu 15 juta wisman. Hal ini dikarenakan erupsi Gunung Merapi yang mulai terjadi pada pertengahan November hingga penutupan Bandara Ngurah Rai Bali selama 3 hari pada Desember 2017.

Hal ini yang menjadi tekanan atas target kedatangan wisman dan tentunya juga ikut menekan kinerja PDES pada kuartal IV/2017.

Wisatawan Mancanegara

Pada 2017, PDES berhasil membawa kedatangan wisman sebesar 162.000 wisman dengan pasar utama dari Eropa disusul Asia Selatan dan Asean.

Beragam upaya dilakukan dalam rangka memasarkan produk wisata di Indonesia melalui keikutsertaan di banyak travel expo dunia, seperti ITB Berlin, WTM London, ATM Dubai, ATF, Matta Fair dan beberapa sales mission ke negara-negara yang sedang naik perekonomiannya.

Salah satu klien PDES dari negara yang perekonomiannya sedang membaik adalah pasar Polandia, di mana sepanjang 2017 melakukan direct chartered flight dari Warsawa ke Denpasar.

Program ini berhasil mendatangkan lebih dari 5.000 wisman asal Polandia dan beberapa negara di Eropa Timur dan ini merupakan terobosan penting bagi PDES yang dapat diduplikasi pada pasar lain di dunia.

Demi mencapai hasil tersebut, PDES tidak hanya melihat dari sektor pasarnya saja, tetapi juga melihat lingkungan sebagai aset pariwisata.

Salah satunya bekerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC) di Wakatobi untuk melestarikan alam dan meningkatkan produktivitas destinasi tersebut.

Hasilnya pada tahun yang sama, PDES mendapatkan kehormatan untuk menerima sertifikasi World Travel Market (WTM) untuk Indonesia dari Travelife di London. Sertifikasi tersebut diberikan sebagai wujud komitmen untuk menjaga keberlangsungan alam sebagai destinasi pariwisata.

Pasalnya, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, PDES harus memenuhi lebih dari 150 kriteria seperti pengembangan produk, interaksi dengan pelanggan, hingga pembangunan kantor operasional.

Akuisisi Perusahaan di Singapura

Wujud untuk memperluas jaringan operasional di Asean, PDES mengakuisisi sebuah perusahaan di Singapura pada pertengahan 2017, ini merupakan upaya perseroan untuk menjadi pemain pariwisata regional.

Asean merupakan destinasi dengan tingkat kunjungan tertinggi kedua setelah Eropa dengan jumlah wisman sebesar 125 juta orang pada tahun lalu.

Tiga destinasi penting bagi wisman yang berkunjung ke Asean selain Indonesia adalah Thailand dan Singapura, maka akuisisi ini penting bagi perseroan demi pertumbuhan yang lebih baik pada tahun ke depan.

Pada 2018, PDES aktif dalam  kegiatan Visit Wonderful Indonesia 2018 yang di-inisiasi oleh kalangan industri pariwisata nasional.

Kegiatan ini sendiri memiliki target mendatangkan 2,5 juta wisman ke 18 destinasi di Indonesia, dan Destinasi berperan dalam menangani pasar Eropa dan Asia Selatan, seperti India dan Srilanka.

Tag : destinasi tirta nusantara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top