Saham Panasonic Anjlok, Bursa Jepang Melorot

Pergerakan dua indeks saham utama Jepang berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018), masing-masing dengan pelemahan lebih dari satu persen, kembali terbebani kekhawatiran perdagangan yang kali ini memukul perusahaan teknologi.
Renat Sofie Andriani | 28 Maret 2018 15:38 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dua indeks saham utama Jepang berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3/2018). Masing-masing pelemahan lebih dari satu persen, terbebani kekhawatiran perdagangan yang kali ini memukul perusahaan teknologi.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan pelemahan tajam 1,96% atau 33,57 poin di level 1.683,56 dan berakhir melemah 1,02% atau 17,57 poin di level 1.699,56. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 573 saham di antaranya menguat, 1,435 saham melemah, dan 49 saham stagnan.

Saham SoftBank Group Corp. dan Panasonic Corp. yang masing-masing anjlok 4,01% dan 5,09% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir melemah 1,34% atau 286,01 poin di level 21.031,31, setelah dibuka melorot 1,99% atau 424,27 poin di posisi 20.893,05.

Sebanyak 34 saham menguat, 189 saham melemah, dan 2 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang anjlok 4,01% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti Tokyo Electron Ltd. (-4,44%) dan Daikin Industries Ltd. (-3,84%).

Baik indeks Topix dan Nikkei 225 melemah sekaligus mengikis penguatan yang dibukukan dua hari berturut-turut sebelumnya, meskipun pada saat yang sama kinerja yen terdepresiasi.

Nilai tukar yen terpantau melemah 0,30% atau 0,32 poin ke posisi 105,66 per dolar AS pada pukul 13.52 WIB, setelah berakhir terapresiasi tipis 0,07% di posisi 105,34 pada perdagangan Selasa (27/3).

Bloomberg melansir pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan tindakan keras terhadap investasi China dalam teknologi yang dinilai sensitif oleh AS.

Saham produsen elektronik memberi tekanan terbesar terhadap Topix, mengikuti pelemahan pada bursa AS setelah aksi jual saham teknologi mendorong investor mencermati ancaman terhadap pertumbuhan laba industri tersebut yang telah mendorong reli tahun lalu.

“Kami optimistis di hari ini dan kemudian pesimistis di hari berikutnya,” ujar Ayako Sera, seorang pakar strategi Sumitomo Mitsui Trust Bank, Tokyo. “Kita terus melihat pasar terbagi atas hal ini.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top